Usut Tuntas Kasus Surat Suara Tercoblos, Nasdem Minta Setop Pemungutan Suara di Malaysia

JawaPos.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem menyikapi tentang surat suara yang sudah tercoblos atas nama dua calegnya David Kirana dan Achmad. Dua nama itu adalah caleg dari Dapil Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan luar negeri.

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya mengatakan, pemungutan suara di Malaysia menggunakan tiga metode pemberian suara. Pertama, adalah pemberian suara di TPS, kedua pemberian suara dengan kotak suara Keliling dan, ketiga pemberian suara via amplop.

“‎Video yang viral soal suara yang tercoblos jika diamati sepintas adalah surat suara yang akan dikirim dengan pos,” ujar Willy kepada wartawan, Kamis (11/4).

Willy juga menuturkan, ada keganjilan dalam video tersebut yaitu amplop yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos. Logikanya jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan muncul persoalan.

Keganjilan lain adalah bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di kedubes bisa keluar dalan jumlah cukup besar ke sebuah toko kosong di luar ilayah yuridiksi di luar kedutaan Indonesia.

“Keganjilan berikutnya adalah ruko kosong itu ditemukan seseorang lalu diviralkan,” katanya.

‎Oleh sebab itu, sangat mungkin kejadian di Malaysia ini sarat dengan kepentingan politik untuk mendelegitimasi pemilu dan juga penyelenggara pemilu. Willy menduga ada pihak yang takut kalah dengan menyebut bahwa pemilu curang.

“Fakta ini beriringan dengan fakta di berbagai survei menjelang 17 April kubu Prabowo Sandi telah kalah oleh Jokowi Makruf Amin,” ungkapnya.

Untuk itu, Nasdem mendorong pihak Bawaslu dan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini apakah ini fakta atau rekayasa politik untuk mendelegitimasi Pemilu. Nasdem mendorong dibukanya secara terang benderang kasus ini di hadapan hukum untuk memastikan Pemilu berjalan dengan luber dan jurdil.

“Nasdem sepakat jika kasus ini belum tuntas pemungutan suara di Malaysia sebaiknya ditunda,” ungkapnya.

Jika fakta ini adalah sebuah pidana Pemilu, maka Nasdem mendorong untuk mengusut semua pihak tanpa kecuali dan bertanggung jawab di depan hukum.

“Partai Nasdem mengimbau semua pihak untuk berhati-hati dengan skenario kotor (dirty operation) dari kasus surat suara di Selangor. Sebab, kuat diduga ada yang main api untuk membakar rumah sendiri,” pungkasnya. ‎

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono