Usai Pemilu 2019, PDIP Yakin Gerindra Akan Merapat ke Jokowi

JawaPos.com – Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan, usai Pemilu 2019 Gerindra kemungkinan tidak akan lagi menjadi partai oposisi. Karena pasangan Jokowi – Ma’ruf akan menang di Pilpres.

“Tentu keyakinan kami menang, tentu saja Gerindra sangat mungkin masuk ke dalam pemerintahan, itu pandangan saya dan harapan kita ingin mempersatukan semuanya,” kata Maruarar di kantor SMRC, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).

Calom legislatif dapil Bogor, Jawa Barat ini menjelaskan, Jokowi itu selera publik, karena faktanya belum pernah kalah dalam kompetisi politik apa pun.

“Jokowi dalam dunia politik telah tercatat semenjak menjabat sebagai Wali Kota Solo selama dua periode. Kemudian pada 2012 Jokowi memenangkan Pilkada DKI Jakarta, kemudian memenangkan Pilpres 2014,” paparnya.

Sementara itu, lanjut Ara, capres 02 Prabowo Subianto disebut kurang mendapat kepercayaan publik. Karena pada 2009 dan 2014 Prabowo kalah dalam Pilpres.

“Kenyataannya Pak Prabowo belum mampu merebut kepercayaan rakyat. Itu fakta-faktanya,” tegas Ara.

Selain itu, Ara menyebut elektabilitas paling tinggi di Indonesia menurut lembaga survei sampai saat ini masih di duduki oleh Jokowi dan Prabowo.

“Kalau kita kaji dengan cermat dan objektif, memang politik Indonesia hari ini dari segi elektabilitas dan kepercayaan publik memang yang paling dipercaya Jokowi dan Prabowo,” pungkasnya.

Sebelumnya, lembaga survei Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC) menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf unggul 23 persen dari Prabowo-Sandi. Jika Pilpres digelar saat survei berlangsung, Jokowi-Maruf akan meraih suara 54,9 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 32,1 persen dan undecided voters atau yang belum menentukan pilihan tinggal 13 persen. 

“Undecided voters 13 persen kalaupun ditambahkan untuk paslon Prabowo-Sandi tetap masih selisihnya 10 persen. Angka ini lebih besar dari selisih Pilpres 2014 yang sekitar 6 persen,” kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Muhammad Ridwan