TKN Nilai Upaya Mendelegitimasi KPU Karena Ada Pihak yang Takut Kalah

JawaPos.com – Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin mendeteksi makin kuatnya upaya membangun persepsi publik untuk mendeligitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu. Juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai, hal itu sebagai bentuk ketakutan pihak tertentu yang tak siap bertanding dan sudah takut kalah dalam pemilu.

“Adanya narasi-narasi kecurangan yang dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu merupakan sebuah tindakan yang menunjukkan pihaknya tidak siap bertanding dan takut kalah,” ujar Ace saat dikonfirmasi, Rabu (14/3).

Dalam pengamatan TKN, Ace mengaku KPU sudah bekerja keras dan independen dalam menyiapkan tahapan pemilu. “Kami menilai bahwa KPU, Bawaslu, hingga Mahkamah Konstitusi (MK) siap menyelenggarakan dan memproses hasil pemilu secara jujur, aman damai, fair, dan adil,” ucapnya.

Ia berharap, masyarakat dapat secara aktif ikut mengawasi langsung tahapan pemilu yang sedang dikerjakan KPU dan Bawaslu, guna menghindarkan diri dari hasutan hoaks.

“Kami mendorong masyarakat agar tidak mudah memercayai isu-isu tersebut. Isu tersebut merupakan hoaks dan fitnah yang sengaja dilakukan sekelompok orang yang ingin berkuasa dengan menghalalkan segala cara demi meraih tujuannya,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Jusuf Kalla, berharap upaya mendeligitimasi kerja KPU itu segera berhenti. Apalagi UU telah menyiapkan mekanisme bagi pihak-pihak yang tak puas dengan hasil pemilu.

Bagi yang tidak puas dengan persiapan pemilu yang sudah dilakukan KPU saat ini, JK menyarankan untuk membawa masalah itu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ketimbang membangun persepsi negatif publik.

Adapun dalam survei terbarunya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mendapati adanya 11 persen-12 persen masyarakat yang kurang atau tidak yakin dengan kemampuan KPU dan Bawaslu. Sedangkan, hampir 80 persen masyarakat percaya dengan kinerja dan integritas lembaga penyelenggara pemilu itu.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono