TKN: Jokowi Sampaikan Visi Misi Bukan Sebagai Capres

JawaPos.com – Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan visi misinya di lima stasiun televisi swasta. Belakangan ini menjadi polemik karena diduga Jokowi melanggar kampanye karena‎ menyampaikan visi misinya di media massa.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengaku dalam penyampaian visi misi itu, Jokowi bukan menjadi capres. Melainkan kapasitasnya adalah seorang Presiden Indonesia.

“Beliau itu bukan sebagai capres, tetapi sebagai presiden,” ujar Ace saat dihubungi, Senin (14/1).

Terpisah, Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan penyampaian visi misi sangat dibutuhkan. Jadi tidak menutup kemungkinan masih akan disampaikan lagi oleh Jokowi dalam bentuk yang lebih komplit dalam satu forum tertentu di luar debat.

“Berkampanye itu banyak cara, medsos iya, model lama iya, konvensional, ngumpulin massa tapi kita tentu cari penyampaian visi yang efektif dan kita akan coba melakukan, menggunakan semua instrumen,” katanya.

Penyampaian lewat televisi juga menurut Karding salah satu yang paling efektif k menyampaikan pesan masyarakat. Karena hampir seluruh masyarakat memiliki televisi.

“Nilainya lebih dari 90 persen. Jadi Insya Allah lebih efektif. Soal isu hoaks, isu soal selama ini yang berkembang juga harus dijawab,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar mengatakan pihaknya hari ini menggelar rapat pleno untuk menyikapi dugaan kampanye yang dilakukan capres nomor urut 01Jokowi di televisi.

Adapun Jokowi memaparkan visi misi dalam acara bertajuk ‘Visi-Misi Presiden RI Lima Tahun ke Depan’. Paparan ini disampaikan langsung oleh Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia yang disiarkan di stasiun televisi SCTV, JakTV, TVOne, Indosiar dan Net TV.

Dalam paparannya Jokowi fokus kepada pembangunan infrastruktur yang sudah ia kerjakan selama ini. Jokowi mengatakan pembangunan perumahan kurang lebih ada 13 juta. Fokus pemerintah adalah pembangunan untuk anak-anak muda dan milenial. Karena banyak dari belum memiliki rumah.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, ‎di 2017 jalan tol sudah terbangun sepanjang 789 kilometer. Di 2019 ini ditargetkan 1.852 kilometer. Sebanyak 10 Bandara juga menjadi target pemerintah dalam pembangunannya.

Jokowi mengaku jalan perbatasan yang dahulu tidak diurus, saat ini pun telah berubah. Misalnya di jalan perbatasan Papua dengan Papua Nugini, Kalimantan dengan Malaysia, perbatasan di Timor Leste.

Dari 38 bendungan, delapan di antaranya berhasil diselesaikan. Jokowi menganggap penting pembangunan bendungan itu. Karena untuk para petani dalam menanam padi dan juga yang lainnya.

Merujuk pada Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, visi-misi merupakan salah satu bentuk kampanye.

Sementara itu, dalam Peraturan KPU (PKPU) Kampanye Nomor 23 Tahun 2018 menjelaskaan bahwa Kampanye peserta pemilu di media massa hanya diperbolehkan berlangsung selama 21 hari, yakni sejak 24 Maret 2019 dan berakhir pada 13 April 2019. Artinya, kedua pasangan capres-cawapres sejatinya tidak diperkenankan melakukan kampanye di media massa‎.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono