Tips Menarik dari ICW, Biar Caleg Gampang Pikat Hati Pemilih

JawaPos.com – Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina menegaskan, publik berhak mengetahui informasi mendasar terkait calon anggota legislatif (caleg) yang akan dipilih. Namun kenyataannya, tak sedikit caleg ogah mengungkapkan informasi mendasar seperti daftar riwayat hidupnya.

“Jumlah caleg itu banyak dan di surat suara hanya akan ada nama. Ketika kita melihat nama kita, tidak akan mungkin tahu rekam jejaknya seperti apa. Setidaknya (pemilih) tahu latar belakang atau riwayat pekerjaannya seperti apa, organisasinya, pendidikannya dan sebagainya,” kata Almas dalam diskusi di kantor ICW, Jakarta, Selasa (12/3).

Dia mengingatkan, informasi-informasi dasar sangat berguna bagi pemilih. Sebab, mereka akan menentukan pilihannya berdasar preferensi tertentu. Seperti gender, organisasi, riwayat pekerjaan, pendidikan, hingga pengalaman politiknya.

“Dengan mengetahui informasi yang cukup itu pemilih akan semakin terbantu. Kalau formasi tidak tersedia dan pemilih hanya disuguhkan dengan nama, berdasarkan apa pemilih menentukan pilihannya?,” papar Almas.

“Enggak cukup juga menentukan pilihan dengan melihat spanduk-spanduk yang ada, gimana pemilih mau menentukan pilihan berdasarkan informasi yang sangat terbatas itu?” sambungnya.

Almas berharap caleg tak perlu menutupi informasi-informasi mendasar yang sebenarnya berhak diketahui publik. Menurut dia, caleg merupakan calon pejabat publik yang harusnya siap diamati masyarakat.

“Kan informasi dasar saja yang tidak mengganggu. Mereka kan calon pejabat publik yang seharusnya siap untuk dilihat dan bahkan dikuliti oleh publik,” jelas Almas.

Dengan demikian, sebut Almas keterbukaan informasi bisa membuat pemilih semakin bijak dan rasional dalam menjatuhkan pilihan.

“Karena jangan sampai seperti beli kucing dalam karung. Jangan sampai menyesal ketika sudah memilih ternyata si calegnya belum pernah memiliki track record yang baik,” pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Intan Piliang