TGB Ajak Masyarakat Jadikan Hoax Musuh Bersama

JawaPos.com – ‎Penyebaran hoax terkait pilpres 2019 memadati ranah media sosial. Hoax bisa merusak akal sehat dan keutuhan bangsa.

Praktisi Digital Marketing, Aswin Regawa mengatakan, ‎berdasarkan data yang dia peroleh, jumlah hoax terkait pilpres 2019 di dunia medsos telah menembus angka 1.200 pada periode Agustus 2018-Maret 2019.

“Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap kontestasi pilpres. Bahkan, bukan tidak mungkin, jika hoax akan terus bertambah mendekati hari pencoblosan, 17 April,” ujar ‎Aswin kepada wartawan, Kamis (11/4),

Sementara, politikus Partai Golkar, Zaunul Majdi mengatakan ‎pemilu merupakan suatu proses untuk memperbaiki dan menciptakan kemaslahatan bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, perang melawan hoax menjadi sangat penting bagi setiap warga negara Indonesia maju.

“Yang disasar hoax itu aset kita yang paling berharga, intangible asset, yakni persatuan dan persaudaraan. Hoax merusak perekat kita sebagai suatu bangsa,” ujar pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

TGB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan hoax musuh bersama. Terutama umat Islam yang kerap dijadikan sasaran. Kata dia, dalam surat Al-Isra’ ayat 36 disebutkan, janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.

“Kita sebagai umat Islam akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah kelak,” ujar TGB.

Oleh sebab itu, ayat tersebut sebaiknya menjadi pegangan dalam menetapkan suatu standar dalam mengonsumsi makanan rohani. Sehingga bisa tetapkan standar berdasarkan akal dan pikiran serta kedewasaan beragama.

“Jika kita datang ke pengajian yang isinya ujaran atau umpatan terhadap seseorang, tinggalkan! Karena itu bukan sesuatu yang pantas kita dengar. Itu bukan makanan rohani, ini toxic,” katanya.

TGB berpesan, kepada masyarakat untuk melihat rekam jejak calon pemimpin dalam kancah pilpres 2019. “Cari yang paling banyak maslahatnya. Nanti ketemu yang paling sedikit mudharatnya. Cek sejarahnya di ruang publik,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono