Terkait Kasus Rommy, Kemenag Bantah Sekjennya Diciduk KPK

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Nur Kholis Setiawan mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Jumat (15/3). Hal ini untuk ‎mengungkapkan kasus suap jabatan di lingkungan Kemenag 2018-2019‎ yang menyeret Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy).

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag Mastuki membenarkan ‎adanya pemeriksaan terhadap Nur Kholis Setiawan. Mastuki juga mengklarifikasi terkait penyegelan ruang kerja Sekjen dan Menteri Agama Lukman Hakum Saifuddin oleh petugas KPK.

“Penyegelan ruang kerja Menteri Agama dan Sekjen dilakukan petugas KPK pada sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara Sekjen baru tiba di kantor sekitar 18.30 WIB dan mendapati ruang kerjanya sudah disegel. Sekira pukul 19.05 WIB, Sekjen menuju kantor ke KPK untuk klarifikasi,” ungkap Mastuki dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (16/3).

“Jadi, Sekjen datang memenuhi panggilan sesuai surat KPK terkait permintaan keterangan karena ada penyegelan. Ini memang prosedur mereka,” tambahnya.

Mastuki membantah tuduhan Sekjen Kemenag ikut diciduk dalam kasus suap jabatan itu. Semua info itu adalah tidak benar.

“Jadi, bukan karena diciduk atau dibawa tim KPK dari kantor Kementerian Agama sebagaimana pemberitaan beberapa media,” katanya lagi.

Menurut Mastuki, Sekjen Kemenag berada di Gedung Merah Putih sampai dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. “Setelah klarifikasi usai, beliau kembali ke kediaman dan pagi tadi sudah beraktivitas kembali sebagaimana biasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pada pukul 20.30 WIB, Sekjen Kemenag mendatangi KPK dan meminta klarifikasi terkait penyegelan ruangan kerjanya sampai jam 03.00 WIB.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Gunawan Wibisono