Tensi Politik Sudah Panas, Jimly Minta Debat Kedua Tidak Saling Serang

JawaPos.com – Petahana Joko Widodo (Jokowi) akan segera head to head dengan Prabowo Subianto di debat kedua Pilpres 2019 yang akan dilaksanakan 4 hari ke depan. Debat kali ini diprediksi akan lebih menarik dari debat perdana karena tidak ada bocoran pertanyaan, dan ada segmen tarung bebas.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie meminta agar setiap kandidat fokus pada adu visi misi. Ia meminta setiap kubu menghindari saling serang, apalagi yang diserangnya adalah personal calon.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menilai, saat ini persaingan antar kedua kubu sudah begitu panas. Perang urat syaraf di tingkat bawah kerap terjadi. Maka ketika Capresnya turut saling serang, tensi politik akan semakin memanas.

“Ini sudah terlalu saling serang menyerang antar relawan, antar tim sukses, ini sudah terlalu keras di lapangan. Kalau capresnya sendiri ikut serang menyerang, defensif dan ofensi, itu berpengaruh, ditiru, lebih kasar lagi di lapangan,” kata Jimly di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).

Lebih lanjut, Jimly meminta agar kandidat kritis terhadap pertanyaan yang dilontarkan panelis. Jika bernada memancing aksi saling serang, agar tidak ditanggapi oleh paslon.

“Nanti kalau ada panelis mau tanya dengan nada-nada menyerang, nada-nada adu domba, nggak usah diikutin,” sambungnya.

Jimly berharap debat bisa menjadi sarana mendewasakan rakyat dalam berpolitik. Menurutnya, sejauh ini kedua kubu memiliki kesalahannya masing-masing, bahkan baginya ada hoax di kedua kubu. Maka dengan debat kedua ini diharapkan bisa menetralisir kekurangan di kedua paslon.

“Hoax itu kalau saya baca dua-duanya sumber hoaks juga. Saya yakin dalam jangka panjang ini (debat), itu mendewasakan maka tak usah terlalu baper melihat keadaaan,” pungkasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Sabik Aji Taufan