Soal Sumbangan Perusahaan Mas Trenggono, BPN Minta Bawaslu Bertindak

JawaPos.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengendus adanya kejanggalan dari sumbangan dana kampanye dari paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf di pilpres 2019. Sebab, perkumpulan Golfer TBIG dan TRG yang menjadi penyokong dana kampanye pihak ketiga terbesar, diduga menampung uang dari berbagai pihak.

Karena itu, Eddy Soeparno selaku Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ikut turun tangan dalam menindaklanjuti indikasi tersebut. Sebab menurut aturan, sudah sangat jelas soal batasan-batasan nominal untuk menyumbang dana kampanye.

“Kita sudah tahu, bantuan untuk kampanye individu itu sudah ada batasannya kalau enggak salah 2,5 miliar, dan 25 miliar bagi kelompok, kalau ada yang melanggar atau indikasikan melanggar ditindak lanjuti saja oleh Bawaslu,” kata Eddy di Jalan Daksa, Jakarta, Jumat (11/1).

Sebaliknya, Eddy menyebut, pihaknya telah terbuka dan transparan terkait sumbangan dana kampanye dari perusahaan ataupun perorangan yang masuk dari luar. Bahkan, menurut dia, mereka juga selalu meminta para penyumbang mengikuti regulasi yang berlaku.

“Siapa saja boleh menyumbang, kita juga terbuka untuk sumbangan dari publik, masyarakat atau individu untuk Pak Prabowo-Sandi. Kami sampaikan kepada mereka yang menyumbang, tolong jangan membuat kami nanti melanggar ketentuan atas hal ini,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya berharap agar seluruh peserta pemilihan presiden untuk menghormati mengenai batasan sumbangan dana kampanye.

“Sampaikan sumber dana Pilpres itu dengan transparan dan sejujur-jujurnya,” pungkasnya.

Diketahui, pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin telah melaporkan sumbangan dana kampanye ke KPU pada beberapa minggu lalu. Adapun jumlah seluruh dana kampanye mereka sebesar Rp 55,9 miliar.

ICW mencurigai Perkumpulan Golfer TBIG dan TRG yang menyumbang dana kampanye pihak ketiga terbesar. Perkumpulan ini diduga menampung uang dari berbagai pihak.

Berdasarkan data yang dimiliki ICW, perusahaan dengan nama PT TBIG dan PT TRG yang sahamnya dimiliki Wahyu Sakti Trenggono, Bendahara Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

ICW menduga, kedua kelompok itu merupakan wadah dana bagi perorangan. Tujuannya, untuk menghindari aturan KPU yang hanya memperbolehkan perorangan menyumbang dana maksimal Rp 2,5 Miliar.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Igman Ibrahim