Soal Kasus Ustaz Tengku, Zulhas Minta Semua Pihak Menahan Diri

JawaPos.com – Permintaan maaf Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain yang telah menyebar informasi tidak benar direspons pro dan kontra oleh sejumlah elite bangsa. Tengku termakan berita bohong soal pemerintahan Jokowi dinilai terang-terangan melegalkan zina, dan menyediakan alat kontrasepsi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelisb Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan meminta semua pihak menahan diri di pemilihan presiden kali ini. Menurut dia, kontestasi lima tahunan tersebut bukan ajang sebagai perang satu sama lain.

“Jadi, sekali lagi, pemilu itu bukan perang badar, bukan perang total. Jadi saya kritik keras Pak Moeldoko dan Mbak Neno. Pemilu itu biasa dalam demokrasi untuk memperbarui komitmen,” kata Zulkifli di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (14/3).

Atas dasar itu, Zulhas, sapaan akrabnya, meminta semua pihak juga memahami dan menghadapi pemilu dengan sederhana. Bukan hanya pilpres, melainkan juga pada pemilihan calon anggota legislatif.

“Bukan hanya untuk pemerintah. Untuk DPRD kabupaten, provinsi, DPR RI. Kalau bagus pilih lagi. Kalau tidak bagus ya pilih yang bagus. Kalau mereka tidak setuju lagi boleh ganti,” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎Tengku Zulkarnain dalam ceramahnya menyebut, adanya RUU PKS tersebut menunjukkan pemerintahan Jokowi telah terang-terangan melegalkan zina, dan menyediakan alat kontrasepsi. Setelah menyampaikan informasi tidak benar, Tengku menyampaikan permintaan maaf ke publik pada Selasa (12/3).

Tengku Zulkarnain menyampaikan permintaan maafnya karena tidak cermat dalam membaca. Dia mengaku tidak ada dalam RUU PKS ini pasal yang menyebutkan penyediaan alat kontrasepsi.

“Setelah mencermati isi RUU PKS, saya tidak menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh pemerintah untuk pasangan remaja dan pemuda yang ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf karena mendapat masukan yang salah,” tulis Tengku Zulkarnain.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Igman Ibrahim