Soal Hoaks Hasil Suara Dapil LN, Erick: Semua Akan Dihitung Bersamaan

JawaPos.com – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengeluhkan adanya hoaks hasil penghitungan suara untuk dapil luar negeri (LN). Diketahui, untuk Warga Negara Indonesia di luar sudah dibolehkan mencoblos sejak 8 April kemarin.

Menurut Erick, sebaiknya seluruh masyarakat agar jangan mudah percaya. Ini merupakan rekayasa dari kelompok tertentu yang ingin membuat suasana gaduh dan memanfaatkan situasi.

“Karena tidak pernah ada perhitungan lebih awal. Sesuai dengan UU Pemilu, semua akan dihitung bersamaan,” ujar Erick, Rabu (10/4).

Erick juga meminta kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mengecek sumber berita sebelum menyebarkan melalui media sosial.

“Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, kedamaian, dan juga kebersamaan dalam kegembiraan sehingga kita tidak mudah diombang-ambingkan berita-berita bohong,” katanya.

Lebih lanjut, pengusaha muda yang dikenal dengan Bos Mahaka Grup itu juga meminta masyarakat tetap percaya kepada lembaga penyelenggaran pemilu, baik saat pencoblosan hingga perhitungan.

“Jangan takut dan merasa terancam, karena TNI dan Polri siap mengamankan dan menjaga Pemilu agar berjalan lancar,” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari membantah ‎proses penghitungan suara di luar negeri telah dilakukan. Pasalnya Hasyim mengatakan proses pencoblosan di luar negri baru dilakukan Senin (8/4).

Menurut Hasyim, ‎pemungutan suara di luar negeri juga baru dilakukan empat negara, tepatnya di lima kota. Itu terdiri dari Kota Sana’a di Yaman pada 8 April 2019, Kota Panama City di Panama dan Kota Quito di Ekuador pada 9 April 2019, serta Kota Bangkok dan Songkhla di Thailand pada 10 April 2019.

“Dengan demikian kabar tentang perolehan suara pemilu luar negeri yang beredar luas adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hasyim saat dihubungi, Rabu (10/4).

Hasyim menambahkan, pelaksanaan pemilu luar negeri di empat negera itu sesuai dengan Surat. Keputusan (SK)‎ KPU Nomor 644/2019. Sementara proses penghitungan suara pemilu di luar negeri juga baru dilakukan 17 April 2019. Sehingga kabar yang beredar itu adalah hoaks, mengenai Prabowo-Sandi mendang di pemilu luar negeri.

“Bila sekarang ini beredar kabar tentang perolehan suara pemilu luar negeri dapat dipastikan hasil tersebut bukan hasil resmi atau real count,” katanya.

‎Adapun beredar kabar mengenai hasil pemilu di luar negeri. Kabar ini tersebar melalui Facebook. Dalam pesan tersebut disampaikan data-data mengenai hasil pemilu di sejunlah negara yang hasilnya paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul.