Soal Doa Mbah Moen yang Diralat, TGB Minta Jangan Dipuisikan

JawaPos.com – Polemik doa Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang diralat, karena mendoakan Prabowo menjadi presiden di samping Jokowi, masih terus menuai komentar dari berbagai kalangan. Salah satunya Koordinator Bidang Keumatan Partai Golkar,‎ Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).

TGB mengatakan doa yang dilakukan oleh Mbah Moen -sapaan akrab Maimoen Zubair- tidak perlu dipolemikan. Apalagi sampai dibuat puisi.

“Doa tidak untuk di polemik, tidak untuk dipuisikan, tidak untuk diributkan,” ujar TGB di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (7/2).

Oleh sebab itu, sebaiknya tidak perlu ‘menggoreng’ doa Mbah Moen. Bahkan, bila perlu menanyakan langsung ke Mbah Moen mengenai doa yang ia panjatkan sebenarnya ke siapa. Apalagi sampai membuat puisi yang sifatnya sindiran yang di alamatkan kepada kiai sepuh tersebut.

“Mbah Moen beliau adalah guru kita, orang siapa saja yang mau tahu maksud doa beliau maka datangilah beliau dengan baik-baik hanya maksudnya itu saja,” katanya.

Adapun setelah Mbah Moen meralat doanya tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membuat puisi berjudul ‘doa yang tertukar’. Namun Fadli membantah doa itu ditujukan ke Mbah Moen.

‎Sekadar informasi, beredar sebuah video 38 detik yang mendadak viral saat Kiai Maimoen Zubair alias Mbah Moen sedang memanjatkan doa. 

Di video itu tampak Mbah Moen di tangan kanannya memegang kertas berwarna kuning. Sementara tepat disampingnya adalah capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang tampak sedang berdoa mendengarkan doa yang disampaikan Mbah Moen.

Dalam video yang mendada viral tersebut, Mbah Moen memanjatkan doa dan menyebut sosok yang diharapkan menjadi pemimpin Indonesia mendatang. Namun doa itu bukan untuk Jokowi yang tepat berada di sampingnya. Melainkan untuk capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

“Ya Allah, hadza ar-rois hadz rois Prabowo, ij-al ya illahana (Ya Allah inilah pemimpin, inilah pemimpin Prabowo),” ujar Mbah Moen.

Diketahui, doa yang disampaikan oleh Mbah Moen pun viral. Sehingga elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini pun angkat bicara.

‎Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi meminta untuk pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menghentikan kebiasaan potong Video dan framing keluar konteks.

Menurut Arwani, video tersebut harus dilihat secara utuh. Tidak bisa dibaca hanya satu video saja. Di video ada diframing sebagai doa untuk Pak Prabowo semestinya dilihat secara utuh. 

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Gunawan Wibisono