Sandi Sebut Anggaran Negara Bocor, Singgung Kasus Korupsi Rp 5,8 T

JawaPos.com – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat menyebut anggaran negara bocor hingga 25 persen. Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menantang Prabowo untuk membuktikan pernyataan tersebut.

Calon Wakil Presiden 02, Sandiaga Uno memberikan bukti kebocoran anggaran negara. Dia menyebut salah satunya korupsi yang dilakukan Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi (SH). Pernyataan Sandiaga sekaligus menjawab tantangan pemerintah dan juga Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin.

“Bukti kebocoran korupsi dengan tersangka seorang bupati di Kalimantan. Akibat ulahnya negara rugi hingga Rp 5,8 Triliun,” kata Sandi di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (10/2).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berjanji akan menutup celah kebocoran anggaran negara jika diberikan amanat memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Sepertihalnya saat memimpin DKI Jakarta.

“Saya pernah di DKI Jakarta, satu tahun saja berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan aset yang lebih baik. Nilainya bisa sampai ratusan triliun itu dari satu provinsi saja di DKI Jakarta, jadi saya mengalami sendiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, Sandi mengklaim akan menimgkatkan pengelolaan anggaran agar tidak terjadi kebocoran. “Kuncinya kesamaan pandangan kita bahwa harus meningkatkan pengelolaan aset pengelolaan anggaran supaya tidak terjadi kebocoran dan bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Itu kuncinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Maruf Amin, Misbakhun mengkritik pernyataan Prabowo Subianto soal kebocoran dana APBN hingga 25 persen. Politikus Golkar yang dikenal getol membela kebijakan Jokowi itu menganggap pernyataan Prabowo tak disertai data valid.

“Pendapat Pak Prabowo yang mengatakan ada kebocoran anggaran APBN sebesar 25 persen itu harus dibuktikan secara faktual. Tidak boleh seseorang bisa menyebutkan angka kebocoran tetapi tidak bisa membuktikan apa pun,” ujar Misbakhun, Jumat (8/2).

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Igman Ibrahim