PPP Bakal Ganti Rommy dengan Kader Lain di TKN

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) sebagai tersanga karena diduga menerima suap dalam seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Saat ini Rommy juga diketahui sebagai Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Lantas posisi Rommy akan digantikan soap?.

Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani mengatakan apabila nama pelaksana tugas (Plt) ketua umum sudah ada. Maka partai berlogo Kakbah ini bakal menggantikan Rommy dengan kader PPP.

“Tidak menutup kemungkinan nanti setelah nama Plt, posisi beliau diganti Plt ketua umum,” ujar Arsul di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (16/4).

Arsul mengatakan, sore ini PPP bakal mengelar rapat guna meyikapi jabatan ketua umum PPP setelah Rommy menjadi tersangka oleh KPK. Rapat itu dihadiri oleh majelis pertimbangan partai, majelis partai dan majelis pertimbangan syariah.

“Kalau beliau diberhentikan atau diberhentikan sementara, maka akan ada pelaksana tugas,” katanya‎.

Arsul belum mau bersepkulasi apakah dalam rapat sore nanti sudah ada keputusan yang dihasilkan, mengenai pembehentian Rommy atau pembehentian sementara. Semuanya masih berproses dengan rapat.

‎”Baru sore kami rapat kan masih ada sisa waktu ini, dan kami harus berkonsulatasi dengan para senior partai di sisa waktu, dan berkomuniansi dengan jajaran seluruh wilayah,” pungkansya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif‎ mengatakan Ketua Umum PPP Rommy ditetapkan sebagai tersangka suap. Rommy yang juga anggota Komisi XI DPR diduga menerima duit terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag).

Penetapan tersangka ini setelah KPK melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam, sebagaimana diatur dalam KUHAP dilanjutkan dengan gelar perkara. Sehingga disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji.

Selain Ketum PPP Romahurmuziy (RMY), dua orang lainnya yang menjadi tersangka yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono