Politikus Nasdem Sebut yang Nyinyir Aisyah Bebas Cuma Kelompok Loyang

JawaPos.com – Partai Nasdem memberikan apresiasi yang tinggi bagi diplomasi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pembebasan Siti Aisyah, tersangka kasus pembunuhan Kim Jong Nam, oleh pengadilan Malaysia. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Nasdem, Prananda Surya Paloh mengatakan, pembebasan Siti Aisyah ini menunjukkan diplomasi pemerintahan Jokowi berkelas premium.

“Berkat diplomasi yang piawai dan berkelas, Kejaksaan Agung Malaysia menarik berkas dakwaan terhadap Aisyah. Sehingga pengadilan Malaysia dalam sidang Senin (11/3) membebaskan Aisyah dari tuntutan sebagai pembunuh. Aisyah pun langsung kembali ke Tanah Air hanya beberapa jam setelah vonis bebas itu,” ujar Prananda dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Selasa (12/3).

Menurut Prananda, Malaysia selama ini dikenal sangat ketat dengan tuntutan terhadap perbuatan kriminal apalagi pembunuhan. Namun, lanjutnya, pembebasan Aisyah itu merupakan bukti upaya diplomasi tingkat tinggi dari pemeritahan Jokowi.

“Semestinya semua anak bangsa gembira dengan pembebasan Siti Aisyah. Ini menjadi bukti bahwa pemerintahan Jokowi sama sekali tidak menelantarkan satupun nyawa warganya yang terkena masalah di luar negeri,” katanya.

“Kalau ada yang nyinyir dengan pembebasan ini, patut dipertanyakan kualitas nasionalismenya. Jangan-jangan hanya KTP atau paspornya yang Indonesia, tetapi jiwanya, hatinya tidak di sini,” katanya.

Prananda melanjutkan, Siti Aisyah ditangkap pihak berwenang Malaysia setelah kasus yang menghebohkan dunia pada Februari 2017. Seluruh perangkat terlibat dalam diplomasi tersebut seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kehakiman, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian. Presiden Jokowi sendiri berbicara langsung dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

“Kalau ada yang bilang ini pencitraan, masa Malaysia disuruh mengangkat citra Jokowi? Inilah pikiran-pikiran sempit dan mengada-ada hanya karena tidak suka dengan kesuksesan dan prestasi Jokowi,’” katanya lagi.

Menurut Ketua DPP Garda Pemuda Nasdem ini, pembebasan Siti Aisyah hanyalah salah satu dari keberhasilan upaya diplomasi premium pemerintahan Presiden Jokowi. Berkat diplomasi luar biasa ini, empat tahun terakhir ratusan warga negara Indonesia di luar negeri bisa dibebaskan dari ancaman hukuman mati.

“Sepanjang tahun 2018 saja terdapat 278 WNI telah dibebaskan dari ancaman hukuman mati,” kata Prananda yang juga calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Utara 1 itu mengutip data Kementerian Luar Negeri.

Menurut dia, pembebasan Siti Aisyah dan ratusan WNI yang terancam hukuman mati di berbagai negara di dunia, menunjukkan bahwa Indonesia dan Presiden Jokowi dihargai dan didengar di mata dunia internasional.

“Banyak pemimpin negara lain gagal membebaskan warganya yang terancam hukuman di negara-negara lain. Namun Indonesia membuktikan sebaliknya. Hal itu menunjukkan reputasi dan posisi Jokowi dalam pergaulan internasional,” ungapnya.

Dia menambahkan, pembebasan Siti Aisyah dan ratusan waga negara Indonesia lainnya yang terancam hukuman mati di negara lain merupakan sebuah fakta. Sehingga masyarakat tahu persis siapa yang bekerja dalam usaha diplomasi itu, dan siapa saja yang nyinyir.

“Publik makin tahu mana yang loyang, mana emas. Kalau ada yang nyinyir di tengah kegembiraan masyarakat karena pembebasan Siti Aisyah, tak bisa tidak hanyalah kelompok loyang,” pungkasnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Gunawan Wibisono