Polisi Panggil Dahnil, Sandi: Hukum Jangan Dipakai Buat Mukul Lawan

JawaPos.com – Pemeriksaan atas dugaan korupsi dana kemah pemuda yang dilakukan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak saat memimpin ketua PP Pemuda Muhammadiyah dinilai sarat dengan agenda politis. Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi itu diduga menyalah gunakan dana APBN melalui Kemenpora.

Pemeriksaan ini pun membuat cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno ikut angkat bicara. Dia mengaku menghormati proses hukum yang tengah dijalani kepolisian. Akan tetapi dia tak mau, hukum digunakan untuk menjatuhkan lawan politik.

“Kita tentunya menjunjung tinggi proses hukum, tapi jangan hukum itu dipakai untuk memukul lawan atau hukum dipakai untuk melindungi kawan,” kata Sandi di kawasan Jakarta, Jumat (8/2).

Lebih lanjut, Sandi menegaskan, hukum harus ditegakan tanpa pandang bulu. Artinya, hukum berlaku untuk ke semua orang. Dia tak mau ada anggapan hukum digunakan untuk kepentingan tertentu.

“Hukum itu harus tegak lurus. Tak boleh tebang pilih. Saya harap kita hati-hati menyikapi ini,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak sudah menyelesaikan pemeriksaan atas dugaan kasus penyalahgunaan anggaran negara melalui Kemah dan Apel Pemuda Islam.

Selama lima jam lebih, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga itu menyelesaikan 12 pertanyaan oleh penyidik Direktorat Resor Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Melalui kuasa hukumnya, Nurkholis Hidayat menjelaskan bahwa 12 pertanyaan dari penyidik tuntas dijawab kliennya. Menurutnya, saat penyidikan berlangsung, Dahnil mengoreksi berita acara penyidikan yang seolah-olah kliennya itu punya otoritas terhadap pemindai (scan) tanda tangan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia pada akhir 2017 lalu.

“Tadi ditegaskan Mas Dahnil untuk mengoreksi BAP sebelumnya yang ditulis di situ seolah-olah Mas Dahnil melakukan otorisasi terhadap penggunaan scan tanda tangan di LPJ kegiatan,” ujarnya di depan Kantor Ditreskrimsus PMJ, Kamis (7/2).

Diketahui, Dahnil dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan atas dugaan kasus penyalahgunaan anggaran negara melalui kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia pada akhir 2017 lalu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan menggunakan dana APBN melalui Kemenpora di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017. Dalam kepanitiaan tersebut, diadakan oleh dua ormas kepemudaan, yakni Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah dan Pengurus Pusat (PP) GP Ansor.

Sejauh ini pihak penyidik sudah memanggil sejumlah saksi, di antaranya staf Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Abdul Latif, Ketua Panitia dari Gerakan Pemuda (GP) Anshor Safarudin, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Ketua Panitia dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Igman Ibrahim