Polemik Alphard, ISIS, dan Prabowo, Begini Penjelasan BPN

JawaPos.com – Kegiatan kampanye capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Gedung Assakinah, Cianjur, Jawa Barat pada (12/3) meninggalkan perbincangan hangat di masyarakat. Pro dan kontra itu ditenggarai lantaran mobil Toyota Alphard yang digunakan oleh Prabowo.

Diketahui, mobil mewah berwarna hitam itu merupakan milik warga Kabupaten Cianjur bernama Chep Hernawan yang merupakan Ketua Umum DPP Gerakan Reformasi Islam (Garis). Chep juga dikenal sebagai pengusaha yang diduga pernah terlibat dengan kelompok jaringan ISIS di Indonesia.

Namun, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahean memastikan tidak ada yang salah dengan mobil yang ditumpangi oleh Prabowo di Cianjur. Apalagi, kata dia, sampai kini belum ada status hukum yang dapat membuktikan keterlibatan Chep dengan kelompok ISIS.

“Tidak ada yang salah dengan mobil yang ditumpangi oleh Pak Prabowo. Tidak ada yang salah juga dengan pemiliknya karena sampai hari ini kan beliau (Chep) tidak bersalah secara hukum atau apa pun,” kata Ferdinand saat dikonfirmasi, Rabu (13/3).

Kedekatan Prabowo-Sandi dengan Islam konservatif juga pernah diungkapkan oleh LSI Denny JA. Dari total responden 1.200, sebanyak 54,1 persen yang merupakan pemilih Prabowo-Sandi menginginkan Indonesia seperti Timur Tengah. Angka itu turun dari survei Januari 2019 yang sebesar 67,6 persen.

Ferdinand berharap, tidak ada pihak yang melakukan stigma negatif pada kontestasi pemilihan presiden kali ini. Termasuk juga dengan anggapan bahwa Prabowo-Sandi bakal membahayakan Pancasila dan NKRI.

“Kita ini terlalu sering menciptakan stigma negatif hanya untuk urusan politik. Menurut kami, mau Prabowo numpangin mobil siapa tidak ada masalah. Yang penting bahwa Pak Prabowo tidak pernah menyatakan akan memerangi Pancasila,” tegasnya.

Kader Partai Demokrat itu juga memastikan tak ada pihak yang meragukan Prabowo dalam menjaga Pancasila. Sebagai sosok yang pernah aktif di militer, Prabowo pernah bersumpah Sapta Marga.

“Sampai saat ini Prabowo-lah yang kita anggap paling akan mampu menjaga Pancasila karena beliau tentara tulen, darahnya Sapta Marga. Malah saya agak khawatir dengan Jokowi yang tidak punya darah Sapta Marga tidak mampu menjaga Pancasila,” tukas dia.

Atas dasar itu, pihaknya menolak adanya anggapan bahwa Prabowo bakal membahayakan Pancasila. Sebaliknya, dia justru khawatir dengan perpecahan yang terjadi di pemerintahan Jokowi.

“Kalau ada yang menstigmakan Prabowo pakai mobil ormas garis keras, garis keras apaan? Tidak jelas itu. Kami menolak stigma seperti itu dan saya yakini bahwa Prabowo-lah yang mampu menjaga Pancasila dan mampu menjaga kesatuan NKRI ini,” tegasnya.

Diketahui, Chep pernah ditangkap polisi lantaran memiliki atribut ISIS pada 12 Agustus 2014 lalu. Atribut ISIS yang ditemukan di mobil Chep berupa 2 helai bendera, 5 topi, 4 kaus, 1 pin, 3 sebo (penutup muka), dan 1 bendera organisasi Garis.

Dia bersama enam rekannya ditangkap di Cilacap, Jawa Tengah. Namun, kepolisian melepas Chep dan enam rekannya karena kesulitan menjerat Chep dan kawan-kawan dengan Undang-Undang Terorisme ataupun produk hukum lainnya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Igman Ibrahim
Copy Editor : Fersita Felicia Facette