PKS Desak Bawaslu Diminta Turun Tangan Atas Ulah Pendukung Jokowi

JawaPos.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi santai perlakuan tidak menyenangkan pendukung Joko Widodo (Jokowi) kepada cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/2) lalu. Meski kerap berulang, dirinya mengaku masalah ini tidak perlu ditanggapi.

“Woles aja, kita harus saling menghormati pilihan. Tidak perlu lakukan itu,” kata Politikus PKS Pipin Sopian saat dihubungi, Jumat (8/2).

Pipin pun meminta kepada para pendukung Prabowo-Sandi untuk tidak melakukan hal serupa. Dia menegaskan, pendukung kubu 02 harus menghadirkan politik santun.

“Kepada para pendukung Prabowo-Sandi kami selalu meminta agar kampanye dengan santun dan mencari simpati publik. Biarkan mereka gunakan cara itu. Dan publik akan menilai,” tegasnya.

Di sisi lain, Pipin mendesak Bawaslu untuk mengkaji apakah rentetan kejadian yang menimpa Sandi dapat dikategorikan sebagai pelanggaran kampanye atau tidak. Sebab menurutnya, perlakuan pendukung Jokowi dapat berpotensi konflik antar pendukung.

“Seharusnya Bawaslu bisa mengkaji apakah itu pelanggaran atau bukan. Karena cenderung intimidatif dan berpotensi terjadi bentrokan antar pendukung,” pungkasnya.

Diketahui, pendukung Jokowi memang tercatat pernah dua kali melakukan intimidatif verbal kepada Sandiaga Uno. Setelah kasus Wonogiri, kini peristiwa itu terjadi pada kegiatannya di Surabaya.

Peristiwa itu terjadi saat Sandi sedang menutup kegiatannya di Surabaya dengan menghadiri Sillaturahmi bersama komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Kopassandi) beserta Ulama dan Ormas Islam se-Jawa Timur, Kamis (7/2).

Saat hendak berbelok ke arah Ponpes Jadwa Al Hasyimi, sekumpulan orang yang membawa bendera Jokowi berkumpul dan telah menanti kedatangan Sandi. Begitu rombongan lewat, mereka langsung mengibarkan bendera kecil bergambar Jokowi dan mengacungkan telunjuknya seraya berteriak ‘Jokowi, Jokowi, Jokowi.

Melihat teriakan itu, Sandi lantas membuka kaca mobilnya dan melemparkan senyum kepada sejumlah massa tersebut. “Terima kasih, terima kasih,” ucap Sandi sembari melambaikan tangan.

Hanya berjarak 100 meter dari kumpulan massa itu, para simpatisan Prabowo-Sandi sudah menunggu kedatangannya. Sandi meminta kepada seluruh pendukungnya untuk tidak terprovokasi sekumpulan orang tersebut. Karena, menurutnya, dia menilai sejumlah massa itu tengah melakukan suatu penyambutan, bukan penghadangan.

“Banyak yang bilang ini penghadangan. Ini bukan penghadangan tapi penyambutan. Kita harus berprasangka buruk atau baik? Suudzon atau Husnudzon?”, tanya Sandi disambut sejumlah pendukungnya serempak menjawab, “Husnudzon.”

Sandi lantas mengajak seluruh peserta silaturahmi yang hadir untuk bernyanyi bersama. Sandi pun enggan menanggapi perbedaan secara berlebihan.

“Kita harus berterima kasih karena mereka meski hujan sudah meluangkan waktunya untuk menyambut kita. Kita sambut pesta demokrasi ini dengan penuh kegembiraan dan paling penting, indah dalam kebersamaan dan hilanglah semua perbedaan,” pungkasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Igman Ibrahim