Pengamat: Jokowi Gali Kuburannya Sendiri Jika Ahok Jadi Timses

JawaPos.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disarankan supaya tidak masuk menjadi tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin. Hal itu supaya tidak memengaruhi elektabilitas paslon nomor urut 01.

Saat dikonfirmasi, pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menilai apa yang disampaikan oleh JK adalah tepat. Karena masuknya Ahok ke tim sukses belum tentu juga mendulang elektabilitas.

‎”Karena Ahok ini tidak akan mungkin juga misalnya bisa mendulang elektabilas dari Pak Jokowi,” ujar Igor kepada JawaPos.com, Rabu (13/2).

Igor menduga apabila ada Ahok di timses bisa saja mengulangi kesalahannya. Sehingga malah menjadi bumerang bagi Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Saat ini Jokowi memang kekurangan pemilih muslim. Sehingga cara Jokowi dan Ma’ruf Amin adalah ‘menggaet’ sebanyak-banyaknya pemilih tersebut. Sehingga sangat tidak menguntungkan bagi Jokowi apabila Ahok masuk dalam tim sukses.

Karena menurut dia publik masih ingat benar Ahok dipenjara karena melakukan penistaan agama dengan mengutip Surah Al Maidah ayat 51 saat menjadi Gubernur DKI silam.

“Jadi kalau Ahok (masuk menjadi timses) ini sama saja Jokowi menggali kuburnya sendiri. Kalau menurut saya itu perangkap ya,” katanya.

Oleh sebab itu apabila Ahok ingin fokus terjun ke politik, sebaiknya menurut Igor setelah kontestasi Pilpres selesai. Karena sudah ada sentimen dari masyarakat. Terlebih Ahok saat ini supaya bisa fokus saja liburan bersama calon istrinya.

“Ahok bertindak setelah Pilpres saja, saat ini memang lebih baik Ahok liburan, nikah dulu dengan istri baru,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Jusuf Kalla menyarankan agar Ahok tidak bergabung dalam timses. Karena JK khawatir elektabilitas paslon nomor urut 01 justru akan tergerus.

“Jangan, alasannya bisa berakibat lagi orang mengingat ini Pak Jokowi didukung orang yang penista agama. Kan bahaya itu, bisa mengurangi suara lagi,” kata JK.

Bergabungnya mantan gubernur DKI Jakarta tersebut ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai JK juga dapat memengaruhi elektabilitas Jokowi sebagai capres petahana. Di satu sisi, masuknya Ahok sebagai kader PDIP dapat menaikkan keterpilihan pasangan Jokowi-Ma’ruf di kalangan Ahoker atau pendukung loyal Ahok. Namun, bergabungnya Ahok dengan PDIP juga bisa membawa dampak buruk bagi perolehan suara Jokowi di kalangan masyarakat yang memperhatikan kasus penistaan agama.

“Tentu ada yang nambah, ada yang tergerus. Bagi Ahoker, tentu mungkin menambah tapi bagi yang konsisten dengan apa yang terjadi kepada Ahok, tentu tidak mau milih (Jokowi-Ma’ruf),” ujarnya.

Ia meminta Ahok menikmati masa kebebasannya terlebih dahulu sebelum terjun kembali ke dunia politik. Apalagi, pelaksanaan Pemilu 2019 hanya tinggal dua bulan lagi. Efek Ahok dinilai tidak akan terlalu banyak menambah elektabilitas petahana.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono