Pemerintah Turunkan Harga BBM, Begini Kata Ketua DPR

JawaPos.com – Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan formula baru dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak (BBM) umum pada (10/2). Formula tersebut dinilai membuat harga jual BBM telah dapat mengalami penyesuaian penurunan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengaku enggan menilai kebijakan pemerintah tersebut dalam perspektif yang bermuatan politis.

“Terlepas dari politis atau tidak, rakyat merasakan kemurahan BBM, dan rakyat merasakan baiknya ekonomi bagi keluarga mereka, rumah tangga mereka,” ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2).

Lebih lanjut, Bamsoet menilai, penyesuaian penurunan harga BBM itu semata-mata hanya untuk kepentingan rakyat. Bahkan, dirinya sesumbar bahwa hal tersebut juga merupakan indikator keberhasilan Jokowi-JK membangun ekonomi.

“Penurunan harga BBM merupakan salah satu indikator bahwa apa yang dilakukan pak Jokowi dalam hal membangun ekonomi nasional berhasil. Selain juga satu harga BBM sampai di puncak Papua,” pungkasnya.

Sekadar informasi, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat (WIT, WITA dan WIB). Kebijakan penyesuaian harga ini menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar AS.

Ada pun penyesuaian harga berlaku pada BBM non subsidi. Besaran penyesuaian harga BBM menjadi lebih murah ini bervariasi dari Rp 50 sampai dengan Rp 800 per liter.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Igman Ibrahim