Pakai Baju Putih Berompi Oranye Tangan Diborgol, Idrus Senyum saat Mau Nyoblos

JawaPos.com – Setiap warga negara Indonesia diberikan hak untuk memilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Tak terkecuali kepada tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka pun difasilitasi untuk mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di dekta rutan KPK.

Pantauan JawaPos.com di rutan KPK,S tepatnya di TPS 012, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan, tampak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mempersiapkan bilik suara dan kerta suara untuk para tahanan KPK yang akan mencoblos.

Sekitar pukul 10.40 WIB terlihat Anggota DPR RI fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso memasuki rutan K4 KPK. Bowo merupakan tahanan kasus dugaan ‘serangan fahar’. Dia memakai kemeja kotak-kotak hanya tertunduk sambil berjalan menuju ke dalam gedung.

Tak lama setelah Bowo tampak mantan mensos Idrus Marham memasuki rutan KPK. Wajah Idrus tampak tersenyum ketika menyapa awak media. Dia tampak menggenakan kemeja putih dan celana putih.

Mereka sendiri ditahan di rutan berbeda dan dibawa menggunakan mobil tahanan dengan tangan diborgol dan memakai rompi tahanan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan di rutan K4 KPK, terdapat 63 yang memiliki hak pilih. “Jumlah tahanan KPK 168 orang. Tahanan di Rutan Cab KPK 63 orang memiliki hak pilih,” kata Febri melalui pesan singkat, Rabu (17/4).

Febri juga menjelaskan sejumlah tahanan laimya yang dititipkan di sejumlah tempat di Indonesia tetap memiliki hak suara.

“Jadi banyak yang dititipkan di Rutan lain di Sumut, Riau, Lampung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Surabaya dan Maluku 105 orang,” pungkasnya.