Ngeluh Jadwal Kampanye Terlalu Panjang, Tjahjo Minta Pelototi Serangan Fajar

JawaPos.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta tim pemantau pemilu dapat mendeteksi adanya ‘serangan fajar’. Pasalnya, Praktik politik uang sangat mungkin terjadi dalam waktu pencoblosan surat suara pada Pemilu Serentak 2019.

“Serangan fajar dan politik uang segera hindari dan deteksi karena itu merupakan racun demokrasi yang sangat berbahaya dan dapat mengganggu proses konsolidasi demokrasi kita ke depan,” kata Tjahjo di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/4).

Sebagai bentuk perlawanan dan tindakan negatif atas hal-hal yang dapat mengganggu terselenggaranya proses Pemilu Serentak 2019. Tjahjo menilai, politik uang merupakan racun demokrasi.

Tjahjo kemudian mengkritisi masa kampanye yang dinilai terlalu lama, sehingga diperlukan pengawasan yang ketat dan serius agar tidak ada hal-hal yang dapat mencederai proses demokrasi.

“Jadwal kampanye yang cukup panjang ini saya harap bisa dibahas dan dievaluasi ke depan agar Pemilu 2024 bisa lebih efektif, efisien  untuk mewujudkan sistem Presidensil dan terpilih pemimpin yang amanah,” tegas Tjahjo.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan