Moeldoko: Revolusi Jari Mampu Patahkan Keberhasilan Pemerintah

JawaPos.com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko merasa resah adanya revolusi jari pada era digital saat ini. Dia menyebut semua informasi mudah tersebar melalui jari dalam hitungan detik, sehingga harus diwaspadai.

“Saat ini ada sebuah revolusi jari di mana sebuah berita ditentukan kecepatan hanya 30 detik, kita hanya tahu tanpa seterusnya, apa berita itu benar atau tidak, masa bodo,” kata Moeldoko dihadapan ribuan PNS Kemendagri, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (11/2).

“Revolusi jari ini luar biasa bukan revolusi mental, situasi ini harus kita waspadai,” tambahnya.

Mantan Panglima TNI ini meminta masyarakat untuk berhati-hati terkait lahirnya revolusi jari. Sebab semua berita termasuk yang baik dan buruk menjadi mudah tersebar.

“Ada sebuah berita paradoks dengan mudahnya tersebar,” ucapnya.

Moeldoko mencontohkan, terkait keberhasilan pemerintah yang sudah bekerja selama empat tahun terakhir. Namun hal itu dipatahkan dengan munculnya berita bohong.

“Semburan berita itu akhirnya terjadi, dimana logika manusia tidak berjalan. Kebenaran tidak menjadi penting, akhirnya pembenaran di kedepankan. Rasa takut dihembuskan terus menerus, akhirnya menciptakan kondisi ketidakpastian yang memunculkan keragu-raguan,” bebernya.

Oleh karena itu, Moeldoko meminta masyarakat untuk mewaspadai munculnya revolusi jari pada era digital. Sehingga harus cermat dalam menerima informasi.

“Ini sungguh berbahaya siapapun dia yang menyampaikan, kondisi paradoks ini kalau kita tidak cermati sungguh luar biasa,” pungkasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan