Ma’ruf: Menghilangkan MPR Sama Saja Menghapus Sila Ke-4 Pancasila

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal (Sesjen) MPR  Ma’ruf Cahyono, membuka “Sekolah Politik Pasundan” di aula Fisip Universitas Pasundan (Unpas), Bandung. Gelaran acara tersebut diperuntukan bagi para generasi milenial guna memahami Empat Pilar berbangsa dan bernegara. 

“Saya merasa kalimat Sekolah Politik itu menarik dan sangat inspiratif sekali. Penekanan di kalimat ‘Sekolah Politik’ itu luar biasa,” kata Ma’ruf dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com.

Ma’ruf membayangkan, jika saja di seluruh kampus bermunculan kegiatan Sekolah Politik, tentu proses pembelajaran yang baik dalam bidang politik bagi kalangan mahasiswa akan cepat terwujud dengan baik.

“Juga saya pikir harus dilengkapi dengan sekolah sekolah ideologi dan konstitusi,” kata Ma’ruf dalam acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Unpas itu.

Lebih lanjut Ma’ruf juga mengatakan, sebelum membedah lebih jauh soal peran parlemen, peserta yang merupakan generasi milenial bangsa mesti mengenal lebih dahulu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dan UUD NRI sebagai konstitusi negara.

Menurutnya, ideologi dan konstitusilah yang menjadi landasan ideal dan konstitusional sistem ketatanegaraan, termasuk sistem parlemen.

Dijelaskanya, parlemen memiliki fungsi utama yakni, fungsi pengaturan (legislasi), fungsi pengawasan (kontrol) dan fungsi perwakilan (representasi), terdiri dari tiga unsur kelembagaan yakni DPR mewakili politik, DPD mewakili daerah dan MPR sebagai lembaga permusyawaratan dengan anggotanya terdiri dari gabungan anggota DPR dan DPD, adalah pengejawantahan dari pelembagaan kedaulatan rakyat.

“Normatif konstitusional tentang kedudukan MPR, DPR dan DPD mengatakan bahwa ketiga kembaga ini memiliki kedudukan yang sama, yang sebelum reformasi bergulir, salah satu lembaga yakni MPR memiliki kedudukan sebagai lembaga tertinggi negara di atas DPR dan lembaga negara lainnya saat itu,” kata Ma’ruf Cahyono.

Peran lembaga MPR RI sendiri, lanjut Ma’ruf Cahyono, sangat luar biasa sebab MPR merupakan penjelmaan seluruh rakyat Indonesia, yang keanggotaannya terdiri atas seluruh wakil rakyat, seluruh wakil daerah, dan seluruh wakil golongan.

“MPR juga tetap berperan sebagai perwakilan atas rakyat dalam kekuasaan pemerintahan dan perwakilan setiap daerah di Indonesia. Menghilangkan MPR sama dengan menghilangkan semangat sila keempat Pancasila,” kata Ma’ruf.

Acara yang berlangsung selama setengah hari tersebut, selain dihadiri Sesjen MPR RI, juga turut dihadiri, anggota Fraksi PDIP DPRD Prov. Jawa Barat R. Yunandar R. Eka Prawira, Dekan Fisip Unpas Budiana,  Wakil Dekan I Kunkunrat, Wakil Dekan II Yulia Segarwati, Wakil Dekan III  R.H. Sumardhani, dan Ketua Jurusan Administrasi Publik Rudi Martiawan.

Editor           : Dimas Ryandi