Kubu Jokowi: Sebagian Anggota BPN Selalu Berprasangka

JawaPos.com – Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi menuding kubu 01 di balik batalnya pembacaan visi misi pada 9 Januari mendatang. Bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dianggap sudah tunduk pada kemauan kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani membantahnya. Kubu 02 dianggap terlalu berfikir negatif atas keputusan-keputusan yang dibuat oleh KPU.

“Sebagian beberapa teman di BPN itu selalu berprasangka. Kalau ada yang nggak sesuai, ini pasti karena dipengaruhi dan ditekan oleh TKN,” ujar Arsul di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (7/1).

Arsul menegaskan, pembatalan pembacaan visi misi tidak ada kaitannya dengan TKN, apalagi jika dituding melakukan intervensi. Menurutnya kubu petahana mengikuti saja kebijakan yang dibuat KPU.

“Tidak ada urusannya dengan TKN, mau disampaikan terus tidak masalah, hanya jangan sampai memaksa, apakah harus paslonnya atau timsesnya,” tegasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menganggap KPU sudah bersikap adil dalam mengambil keputusan. Sehingga dia menilai ada yang salah jika mempersepsikan condong ke salah satu kubu.

“Penyelenggara pemilu itu seperti orang yang nggak punya independesi, saya kira itu keliru besar,” pungkas Arsul.

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengkritik pedas KPU. Bahkan dia menuding KPU sudah bersikap tidak adil karena telah membatalkan pembacaan visi misi.

“Saya harus menyatakan bahwa KPU sudah tidak netral, KPU telah tunduk kepada keinginan paslon 01,” ujar Ferdinand saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (5/1).

Editor      : Kuswandi
Reporter : Sabik Aji Taufan