KPU Siapkan Petugas KPPS Beri Pendampingan ke Penyandang Disabilitas

JawaPos.com ‎- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan simulasi pencoblosan dan sosialiasai kepada para penyandang disabilitas. Dalam simulasi itu, KPU turun menggandeng Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang (PPUA) Disabilitas.

Kepala Biro Teknis dan hubungan Partisipasi Masyarakat KPU, Nur Syarifah ‎mengatakan, pihaknya sudah menyediakan kebutuhan bagi para disabilitas. Misalnya adanya huruf braile di surat suara di Pilpres dan juga Pemilihan DPD 2019 ini.

“Untuk penyandang disabilitas, ada template huruf braille untuk surat suara Pilpres dan DPD RI. Mereka bisa menggunakan template itu untuk menentukan pilihannya,” ujar Nur dalam sosialisasi pencoblosan di Kementerian Sosial (Kemensos), Kamis (14/2).

Unt‎uk surat suara DPR, DPRD Provinsi/KotaKPU belum menggunakan surat suara braile. Namun KPU baru memberikan pendampingan kepada para penyandang disabilitas. Misalnya mereka akan didampingi saat pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS).

Apabila tidak ada keluarga dari si penyandang disabilitas tersebut. Maka petugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bakal memberikan pendampingan dari awal masuk TPS sampai ke bilik suara tempat pencoblosan.

‎”Penyandang disabilitas bisa menggunakan pendamping ketika menentukan pilihannya,” katanya.

Nantinya si pendamping ini akan menemani penyandang disabilitas tunanetra. Misalnya si penyandang disabilitas itu ingin memilih caleg dari partai tertentu. Maka si pendamping itu tinggal mencobloskan caleg pilihan si penyandang disabilitas itu.

“Tetapi ada kategori, terutama untuk tunanetra, karena dia mungkin tidak bisa mengenali surat suara terutama surat suara DPR RI dan provinsi, pendamping ini bisa menyobloskan,” ungkapnya.

Sekadar informasi, data jumlah pemilih penyandang disabilitas dalam Daftar Pemilih Tetap ( DPT) Pemilih penyandang disabilitas untuk Pemilu 2019 sebanyak 1.247.730.

Rinciannya, tunadaksa 83.182 orang, tunanetra 166.364 orang, tunarungu 249.546 orang, tunagrahita 332.728 orang, dan disabilitas lainnya 415.910 orang.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono