KPU Mau Nurut Bawaslu, Tapi Bakal Lakukan Tiga Langkah Ini Dulu

JawaPos.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilakuan pemilihan suara lanjutan di Sydney, Australia. Pasalnya, banyak warga negara Indonesia (WNI) yang tidak bisa mencoblos.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan oleh Bawaslu. Namun KPU akan melakukan tiga hal terlebih dahulu.

“‎Terkait sejumlah pemilih dalam keadaan antrean yang disebut tidak dapat menggunakan hak pilihnya, KPU akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut, dengan terlebih dahulu melakukan tiga langkah,” ujar Wahyu di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/4) dini hari.

Dijelaskan Wahyu, langkah pertama yang dilakukan KPU adalah‎ melakukan karifkasi terhadap jumlah pemilih yang sudah masuk dalam antrean.

Kemudian langkah kedua, KPU juga akan melalukan klarifikasi oleh PPLN tersebut pemilih yang mengantre tersebut, mulai dari Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“Klafikasi terhadap kategorisasi pemilih (DPT, DPTb, DPK),” katanya.

Langkah ketiga yang dilakukan lembaga yang dikepalai oleh Arief Budiman ini, memastikan surat suara di Sydney, Australia masih tersedia. Sehingga bisa dilakuian pemilihan lanjutan.

“Ketersediaan surat suara yang masih tersedia,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bawaslu‎ merekomendasikan pemungutan suara lanjutan Sydney, Australia. Hal ini dilakukan untuk memenuhi hak pilih WNI dan menjaga integritas proses penyelenggaraan Pemilu 2019.

Sebelumnya, Anggota Bawaslu, ‎Fritz Edward Siregar mengatakan, ‎dilakukannya pemungutan suara lanjutan karena banyak warga negara Indonesia (WNI) yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Hal itu dikarenakan TPS tutup pada pukul 18.00 waktu setempat.

Menurut Fritz, pemungutan suara lanjutan ini hanya untuk WNI yang sudah mengantre saat pencoblosan di TPS beberapa waktu lalu. ‎Sehingga bukan untuk WNI yang baru mendaftar.

“Kami memerintahkan untuk melakukan pemungutan suara lanjutan bagi pemilih di Sydney yang telah terdaftar dalam DPT, DPTb, ataupun terdaftar dalam DPK yang telah berada dalam antrean tetapi belum menggunakan hak pilih di TPS, sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono