Ketua PA 212 Bakal Masuk Penjara, Ini Kata Erick Thorir

JawaPos.com – Tudingan pemerintah Jokowi amat mudah melakukan penahanan dan kriminalisasi makin menguat, setelah Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif ditetapkan tersangka oleh Polres Surakarta. Namun itu semu dibantah oleh Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir.

Erick mengaku, dirinya menolak jika proses hukum selalu dikait-kaitkan dengan politik. Apalagi jika disebut sebagai kriminalisasi untuk melemahkan lawan politik.

“Saya sangat keberatan kalau semua isu dikit-dikit hukum dibilang kriminalisasi,” ujar Erick di Hotel Pullman Jakarta Barat, Senin (11/2).

Erick juga menuturkan, bahwa yang tersandung kasus hukum bukan hanya kubu 02. Namun, di kubu petahana pun banyak dilaporkan. Namun, prosesnya menjadi ranah Bawaslu maupun penegak hukum untuk menyelesaikannya. Tidak bisa ada yang mengintervensi itu.

“Kita semuanya dilaporkan. Pak Presiden di laporakan, saya dilaporkan. Tetapi kan kita lihat, saya rasa KPU Bawaslu itu sangat profesional,” imbuhnya. 

Terkait kasus Slamet, Erick menjelaskan, semuanya itu bukan berdasarkan laporan dari pihaknya. Bawaslu sendiri yang mencium ada aroma kampanye sebelum waktunya, sehingga kemudian berlanjut kepada proses penyidikan.

“Ketika mereka mengeluarkan mengenai isu yang di Solo itu, bukan kita, tapi Bawaslu kan yang bilang, Gakkumdu-nya yang melaporkan, proses sama juga,” lanjutnya.

Lebih lanjut, mantan bos Inter Milan itu meminta kepada publik agar tidak mudah salah menafsirkan antara kriminalisasi dengan penegakkan hukum. Pun demikian dengan fitnah-fitnah yang beredar luas.

“Jangan terjebak oleh isu kriminalisasi selama proses hukumnya jelas. Jangan terjebak juga dengan berita-berita fitnah,” tandas Erick.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Sabik Aji Taufan