Kemenkumham Masih Galau, Remisi untuk Pembunuh Wartawan Belum Dicabut

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) hingga saat ini masih mengkaji  pemberian remisi pada pelaku pembunuh wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group), AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Ini menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut akan merevisi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018.

“Sampai saat ini soal remis pada narapidana I Nyoman Susrama kami masih dikaji dan dibahas,” kata Kepala Biro Humas Ditjen PAS Kemenkumham, Ade Kusmanto kepada JawaPos.com, Jumat (8/2).

Namun ade belum bisa menjelaskan secara detail terkait revisi Keppres Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan Dari Pidana Seumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara.

“Saya hanya bisa menjawab saat ini Keppres terkait Susrama masih dikaji dan dibahas,” tegasnya.

Sebelumnya, desakan dari koalisi masyarakat sipil dan aliansi jurnalis indpendent (AJI) menyarankan agar Presiden Jokowi merevisi Keppres 29 Tahun 2018. Sebab, Jokowi dinilai melanggar HAM dengan mengurangi hukuman terhadap pembunuh wartawan.

Jokowi sebelumnya menuturkan, pemerintah masih mengkaji revisi remisi tersebut. “Masih dalam proses semuanya,” ucap Jokowi usai menghadiri perayaan Imlek Nasional di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

Namun mantan Gubernur DKI Jakarta itu belum bisa membeberkan apakah akan mencabut remisi tersebut. Sebab hingga kini masih dalam pembahasan Ditjen PAS Kemenkumham. “Nanti kalau sudah masuk ke saya, segera diputuskan,” pungkasnya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Muhammad Ridwan