Keluarga Korban Minta Pemenang Pilpres Harus Ungkap Tragedi Trisakti

JawaPos.com – Keluarga korban Tragedi Trisakti berharap kasus kejahatan hak asasi manusia (‎HAM) berat bisa diselesaikan di tahun 2019 ini. Kakak korban tewas atas nama Hafidin Royan, Huda Nurjanti mengatakan Prabowo Subianto bertanggung jawab atas meninggal adiknya ini.

“Ini saya bicara tidak sebagai pribadi, tapi sebagai keluarga. Keluarga saya meyakini sampai saat ini kubu sebelah masih bertanggung jawab untuk hal ini,” ujar Nurjanti di Posko Cemara, Jakarta (8/2).

Nurjanti enggan merinci apa bentuk tanggung jawab Prabowo Subianto atas meninggal adiknya tersebut. Alasannya ini bukan konsumsi publik.

“Saya enggak bisa bilang ya,” katanya.

Nurjanti menegaskan dirinya tidak mendukung ke Jokowi ataupun ke Prabowo Subianto di Pilpres 2019 ini. Dukungannya ini ia rahasiakan. Yang terpenting siapa yang menjadi kepala negara bisa menyelesaikan kasus yang sudah mangkrak selama 20 tahun ini.

“Kita tidak bilang kami berpihak kepada siapa atau pemenangan siapa, itu enggak. Tapi lebih fokus kepada siapa penanggung jawab Tragedi Trisakti,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nurjanti juga mengaku kesal, karena setiap pemilihan umum kasus HAM berat ini seringkali dipolitisasi. Padahal kenyataanya sampai saat ini belum ada penyelesaian dari kejahatan yang menewaskan sang adik.

“Ya saya marah. Kami sudah korban, artinya sudah dipolitisasi dulu sejak 98. Sekarang berulang setiap presiden yang mau naik jabatan, dia mencari pemenangan selalu menggunakan itu,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta,Indonesia serta puluhan lainnya luka.

Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Hafidin Royan (1976 -1998), dan Hendriawan Sie (1975-1998). Mereka tewas tertembak di dalam kampus Universitas Trisakti terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, tenggorokan, dan dada.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono