Jurus-jurus Ma’ruf Amin Atasi Pengangguran dan Angka Stunting

JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu baru saja menyelenggarakan debat ketiga. Dalam debat itu diikuti oleh dua cawapres Ma’ruf Amin dan juga Sandiaga Uno.

Di debat yang disiarkan oleh Trans TV, Trans Z, dan CNN Indonesia TV mengusung tema, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, soial dan kebudayaan. Debat ini pun dilakukan pada 17 Maret 2019 lalu.

JawaPos.com pun merangkum janji Ma’ruf Amin yang diaparkan di debat ketiga beberapa waktu lalu.

1. Janji mengeluarkan tiga kartu sakti.

Cawapres nomor urut 1, Ma’ruf Amin mengatakan masyarakat tidak perlu cemas terhadap program-program pemerintah ke depan. Apabila Jokowi dan dirinya terpilih maka pemerintah bakal memberikan perhatian ke masyarakat. Itu dilakukan dengan mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra Kerja‎.

‎”Karena itu Jokowi-Ma’ruf akan berikhtiar untuk membangun dan melindungi segenap bangsa Indonesia untuk menjadikan kehidupan mereka lebih sejahtera dan lebih maslahat,‎” katanya.

“Di bidang pendidikan Jokowi-Ma’ruf akan meneruskan sampai ke tingkat kuliah. Oleh karena itu kepada anak-anakku semua, saya nyatakan kalian jangan takut untuk bermimpi, jangan takut untuk bercita-cita,” katanya.

Kartu Sembako Murah juga digunakan untuk ’emak-emak’ supaya ke depannya bisa berbelanja dengan murah.

2.Turunkan Angka Stunting 10-20 Persen

Ma’ruf Amin mengaku fokus terhadap ‎akses kesehatan dan perbaikan pelayanan kesehatan yang baik‎. ‎Untuk kesehatan ibu dan anak terutama untuk mencegah terjadinya stunting. Saat ini pemerintah telah menunrunkan angka stuntung mencapai 7 persen. Apabila Jokowi-Ma’ruf diberi kepercayaan menjadi kepala negara. Maka angka stunting bakal terus menurun.

“Kami berjanji akan menurunkan dalam lima tahun akan datang sampai 10 persen. Bahkan smapai titik 20 persen minimal,” katanya.

Karena itu melalui upaya-upaya prefentif Jokowi-Ma’ruf mengharapkan jumlah orang yang sakit akan semakin berkurang.

‎3. Tidak akan melegalkan perbuatan yang dilarang agama.

Ma’ruf Amin berjanji apabila dirinya dan Jokowi terpilih tidak akan melegalkan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan agama. Misalnya hoaks yang beberapa waktu menyerang dirinya dan Jokowi, soal zina yang dilegalkan dan pelarangan ‎azan.

“Saya bersumpah demi Allah akan saya lawan upaya-upaya yang akan melakukan itu semua,” tegas Ma’ruf.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menegaskan kabar yang menyerang dirinya adalah fitnah. Sebab tidak mungkin Jokowi-Ma’ruf akan membubarkan kementerian agama (Kemenag).

‎4. Mengembangkan latihan khusus untuk tenaga kerja Indonesia.

Ma’ruf Amin mengungkapkan dirinya bersama Jokowi berencana mengembangkan latihan atau kursus TKI melalui balai latihan kerja (BLK). Nantinya dalam‎ pelatiham tersebut diperkuat dengan materi dari dunia digital.

“Dengan demikian tenaga kerja kita akan bersaing dengan sertifikasi, serta upaya pelatihan peningkatan skill, upsikilling atau reskilling agar tenaga kerja kita bersaing di dalam negeri dan luar negeri,” ungkapnya.

5. Membentuk Badan Riset Nasional

Ma’ruf Amin mengatakan, pihaknya akan membentuk Badan Riset Nasional jika dirinya dan capres Jokowi terpilih dalam Pilpres 2019.

Ma’ruf mengatakan, saat ini banyak lembaga dan kementerian melakukan riset. Sehinga jika terpilih, pemerintahan selanjutnya akan menyatukan semua riset tersebut agar mengoptimalkan koordinasi.

“Akan dibentukan badan riset nasional. Kami akan maksimalkan rencana induk riset nasional yang sudah ada. Akan kita optimalisasi agar riset efektif,” kata Ma’ruf.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Gunawan Wibisono