Jokowi Sebut Ledakan di Sibolga Tak Ada Kaitannya dengan Pilpres

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo memastikan ledakan bom yang terjadi di Sibolga, Sumatera Utara tidak terkait dengan Pemilihan Presiden (Pilpres). Dia menyebut bahwa ledakan ini ada hubungannya dengan pengembangan jaringan teroris di Lampung.

“Enggak enggak ini dimulai dari pengungkapan teroris di Lampung. Jadi nggak ada kaitannya dengan pilpres,” kata Jokowi di Jiexpo, Jakarta, Rabu (13/3).

Kabar teranyar menyebut, ledakan itu diduga berasal dari bom rakitan. Detasemen khusus (Densus) 88 sedang berada di lokasi kejadian. Mereka melakukan penyelidikan bersama ratusan anggota kepolisian lainnya. Jokowi juga mengapresiasi kerja Kepolisian dan Densus 88 yang berhasil mengungkap terduga teroris dalam kejadian tersebut. 

“Kita apresiasi kerja keras polri terutama densus 88 yang telah membuka dan menangkap jaringan, baik yang ada di Lampung, Sibolga dan tempat lain,” tuturnya.

Kepala Negara pun meminta kepolisian dapat mengembangkan lagi adanya jaringan sel-sel terorisme yang mengancam keamanan negara. “Saya sampaikan harus ada tindakan tegas terus-menerus tanpa henti dan kita harapkan segera semua terungkap,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi ledakan di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuranbambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (12/3). Kabar teranyar menyebut, ledakan itu diduga berasal dari bom rakitan.

Detasemen khusus (Densus) 88 sedang berada di lokasi kejadian. Mereka melakukan penyelidikan bersama ratusan anggota kepolisian lainnya.

Ledakan ini terjadi sebelum kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Sumut. Dari jadwal yang beredar, Jokowi akan datang ke sejumlah titik termasuk Sibolga.

Diketahui, Jokowi akan berkunjung ke Sumut pada 15-17 Maret 2019. Pada hari pertama, Jokowi akan menghadiri sejumlah agenda di Sumut. Di antaranya adalah peresmian Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) di Batubara.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Uji Sukma Medianti