Jokowi Janji Kurangi Energi Fosil, Gandeng KPK soal Pengelolaan SDA

JawaPos.com – Debat kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (‎KPU), (17/2) lalu menghadirkan pasangan capres Joko Widodo (Jokowi) dan juga Prabowo Subianto.

Debat bertemakan energi, pangan, sumber daya alam (SDA), lingkungan hidup dan infrastruktur. Dalam debat, Jokowi menjanjikan sejumlah hal andai terpilih kembali. Berikut rangkumannya:

1. Janji untuk mengurangi energi fosil

Jokowi memaparkan dalam debat kedua visi yang ia punya adalah utamanya Indonesia maju di bidang energi. Sehingga dia berjanji ‎bila terpilih menjadi kepala negara mengurangi energi fosil.

Dia bertekad mengedepankan pemakaian biodiesel, green fuel.

“Sudah kita mulai dengan melakukan produksi B20 ini akan kita teruskan sampai ke B100. Sehingga ketergantungan pada energi fosil akan semakin dikurangi dari tahun ke tahun,” ujar Jokowi.

2. Sampah plastik di laut dan sungat tidak boleh ada

Jokowi mengungkapkan janjinya apabila dia terpilih menjadi kepala negara. Salah satu janjinya adalah fokus ke sampah plastik. Menurut Jokowi, sammpah plastik di sungai dan laut tidak boleh ada lagi. Sehingga lingkungan yang bersih di Indonesia bisa tercipta.

“Kita ingin mengurangi sampah plastik di sungai maupun di laut, saya kira kita ingin dedikasi ini, dan kita ingin Indonesia maju‎,” ujar Jokowi.

3. Selamatkan SDA Indonesia

Jokowi‎ mengatakan telah menyelamatkan banyak sumber daya alam (SDA) Indonesia. Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia menyebut juga telah banyak melakukan penegakkan hukum terhadap kerusakan lingkungan.

“Kami telah mengerjakan banyak hal, mungkin bisa melihat di tambang bukit asam yang dimiliki PT Bukit Asam hampir sebagian besar yang ditambang telah dihutankan kembali, kalau pengawasan ketat bisa melakukan itu, kalau kurang pasti tidak,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Jokowi, pemerintah juga melakukan pengelolaan lingkungan dengan melakukan reklamasi untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Kemudian, ada juga yang bekas lubang galian tambang dikerjakan menjadi kolam ikan besar.

Kendati demikian, Jokowi mengakui masih ada beberapa perbaikan lingkungan yang belum dikerjakan oleh pemerintah. Dia menegaskan jika pemerintah daerah bersama pemerintah pusat bakal bersinergi untuk melakukan pengawasan terhadap tata kelola lingkungan dalam negeri.

“Memang ada 1,2,3, yang belum dikerjakan, tetapi dengan pengawasan daerah, kementerian lingkungan hidup ini saya yakin bisa diselesaikan. Bukan pekerjaan mudah tapi yang saya lihat tdi lapangan ini bisa dikerjakan pemerintah, kementerian, kabupaten atau kota,” katanya.

‎4. Berantas mafia migas

Jokowi ‎mengatakan mengelola Indonesia diperlukan ketegasan dan keberanian. Sehingga hal ini yang bakal terus dilakukannya.

Ketegasan dan keberanian ini telah‎ dibuktikan di masa pemerintahannya saat memberantas mafia migas di Petral. Kemudian Blok Rokan juga sudah dikelolanya.

Jokowi mengatakan, semuanya ini dilakukan agar negara Indonesia semakin baik ke depannya. “Blok Mahakam dikelola, Freeport 51 persen sudah kita ambil. Kita ingin negara ini semakin baik,” jelas Jokowi.

Untuk mewujudkan Indonesia seperti itu yang semakin baik dan tidak ada mafia migas. Maka ke depan akan mempergunakan seluruh tenaga dan kewenangan yang dimilikinya terhadap mafia migas.

“Tidak ada yang saya takuti untuk kepentingan negara, untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan rakyat. Tidak ada yang saya takuti kecuali Allah,” katanya

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Gunawan Wibisono