Jokowi Diserang Amien Rais, Begini Komentar Politikus Hanura

JawaPos.com – Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir angkat bicara terkait ucapan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais yang menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai diperiksa oleh pihak Polresta Surakarta pada Kamis (7/2) lalu.

Inas beranggapan, serangan Amien terhadap Jokowi merupakan salah satu bukti bahwa orang-orang di sekeliling Pabowo Subianto memang selalu ingin mengintervensi hukum.

“Bahkan kalau bisa, Amien ingin semua pendukung Prabowo-Sandi tak tersentuh hukum,” kata Inas dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (9/2).

Pernyataan Inas merupakan reaksi dari peringatan yang dilontarkan Amien kepada Jokowi usai diperiksa Polresta Surakarta. Pendiri PAN ini diperiksa karena dilaporkan dengan dugaan melakukan kampanye saat menjadi pembicara di acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019 lalu.

“Saya ingatkan Pak Jokowi. Pak Jokowi, apa sih maumu?” kata Amien kepada wartawan.

Selain itu, Inas juga merujuk pada ucapan Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajat Wibowo yang cenderung membela serangan kasar Amien kepada Jokowi. Padahal pemeriksaan Amien oleh Polresta Surakarta sama sekali tak ada kaitannya dengan Jokowi.

Bagi Inas, pembelaan dari Drajat semakin memperjelas seorang Amien Rais yang melakukan intervensi hukum jika Prabowo Subianto berkuasa. Khususnya agar para pendukungnya terbebas dari kasus yang tengah melilit mereka.

“Seperti yang terjadi pada Ketua PA 212, Selamet Ma’arif, Dahnil A Simanjuntak serta Ahmad Dhani harus dipeti es-kan, dan keadilan itu hanya untuk kubu atau kelompok Prabowo Sandi dan Amien Rais saja dan bukan untuk rakyat,” katanya.

“Jadi sangat salah kalau kita beranggapan bahwa Amien Rais sudah selesai dengan hidupnya, karena birahi ingin berkuasa terhadap penguasa tidak pernah tercapai,” imbuh Ketua Fraksi Hanura DPR.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono