Jokowi Beli Sabun Cuci Piring Rp 2 M, Berikut Penjelasan Istana

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo memborong 100 ribu sabun cuci piring dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Garut, Jawa Barat. Nilainya Rp 2 miliar. Dana itu menuai kontroversi.

Menjawab dugaan dan asumsi publik, Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan dana pembelian sabun cuci piring itu dari dana Tim Kampanye Nasional (TKN).

“Jadi dana yang digunakan untuk membeli sabun sejumlah 100.000 sabun per (botol) sabunnya Rp 20 ribu totalnya Rp 2 miliar itu adalah dana dari TKN,” kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/1).

Pernyataan Pramono Anung ini menjawab tudingan kubu capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pihak capres nomor urut 02 itu mempertanyakan asal dana pembelian sabun cuci sebanyak 100 ribu botol itu.

Lebih jauh mantan Sekjen PDIP itu mengatakan, tujuan Jokowi membeli sabun sebanyak itu untuk mengangkat hajat pelaku UMKM. Setelah sabun itu dibeli, Jokowi menyerahkan otoritasnya ke TKN. Nantinya TKN akan mengelola dan membagikannya.

“Sabun itu secara peraturan perundang-undangan diperbolehkan kok. Jadi pertanyaannya siapa yang membeli? TKN. Dan nanti akan dimasukkan dalam laporan secara terbuka oleh TKN,” jelasnya.

Untuk diketahui, Jumat (18/1) sehari setelah debat perdana capres, Jokowi langsung bertolak ke sejumlah daerah di Jawa Barat. Di antaranya Kabupaten Garut, Bandung, dan Karawang.

Kehadiran mantan gubernur DKI Jakarta tersebut di daerah itu bagian dari kunjungan kerja yang sudah diagendakan. Dalam kunjungan kerja itu mantan wali kota Solo itu meninjau reaktivasi 4 jalur kereta, bertemu dengan ibu-ibu penerima Program Keluarga Harapan (PKH), hingga ikut jadi peserta cukur rambut massal di Garut. Tak lupa pula Jokowi mengajak menteri Kabinet Kerja ke daerah tersebut.

Pada saat meninjau PKH itulah Jokowi bertemu ibu-ibu yang menjual sabun cuci piring berlabel ‘Sabun Cuci Padawangi’. Produsen sabun itu diketahui bernama Eli Liawati, asal Garut.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : Uji Sukma Medianti