Jelang Debat Cawapres 17 Maret, Ma’ruf Amin Banyak Baca Kitab Ini

JawaPos.com – Jelang debat putaran ketiga, Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengaku lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca buku dan kitab klasik. Mantan legislator PKB itu kerap berdiskusi tentang isu terkini bersama timnya.

Ma’ruf juga meluangkan waktunya dengan menediakan agenda menerima tamu atau menghadiri kegiatan di luar daerah, hingga perhelatan debat, pada Ahad (17/3) mendatang. 

“Menjelang debat, selain saya mendengarkan informasi dari para pengambil keputusan, pelaksana teknis dan para akademisi, saya juga membaca tulisan (buku dan artikel), komentar (di media). Saya juga memperbanyak baca kitab klasik,” ujar ‎Ma’ruf Amin dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (13/3).

Menurut Ma’ruf, dalam kitab juga banyak isu kekinian yang sebetulnya sudah dibahas oleh para ulama klasik. Tinggal bagaimana kita menyesuaikan dengan konteks yang terjadi saat ini, kemudian dikomparasikan dengan teori para sosiolog, antropolog, ekonom, ahli kesehatan dan penelitian mutakhir.

“Dalam kitab juga banyak sumber-sumber yang bisa dijadikan rujukan. Juga paradigma-paradigma, mabadi’-mabadi’ yang menurut saya penting untuk jadi landasan berpikir,” ujarnya.

Ma’ruf Amin yang dikenal mumpuni dalam mengulik teori fiqih dan Ushul fiqh yang kemudian, setelah dibahas bersama ulama lain dan para pengambil kebijakan, jadi landasan hukum dan pokok pikiran dalam sejumlah regulasi yang diundangkan secara resmi oleh DPR dan Pemerintah.

Di antaranya, UU Nomor 21 tahun 1998 tentang Perbankan Syariah, UU Nomor 33 tentang Jaminan Produk Halal tahun 2014, tentang Jaminan Produk Halal dan lain-lain.

“(Dalam debat nanti), saya juga akan mengombinasikan pemikiran yang secara konsep, (dengan pelaksanaan) secara teknis dan juga pandangan-pandangan ulama yang sangat filosofis,” imbuhnya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Gunawan Wibisono