Janji Sandiaga: Sejahterakan Honorer, Tuntaskan Masalah BPJS dalam 200 Hari

JawaPos.com – Tidak hanya calon presiden yang tampil pada rangkaian debat pilpres 2019. Format baru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga memberikan ruang para calon wakil presiden untuk saling beradu argumen dalam debat ketiga. Keduanya harus tampil membahas tema pendidikan, budaya, ketenagakerjaan, sosial, dan kesehatan.

Di debat ketiga pada (17/3), cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno telah memaparkan visi, misi, serta program terkait tema pendidikan, budaya, ketenagakerjaan, sosial, dan kesehatan. Banyak terobosan dan janji yang menarik ditawarkan oleh Sandiaga.

Apa saja janji-janji yang ditawarkan Sandi, berikut rangkuman dari JawaPos.com:

1. Ekonomi Berbsis Budaya

Sandiaga Uno akan menjadikan sosial budaya menjadi program prioritas. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan dalam kebudayaan yang bukan hanya harus dilestarikan namun dikembangkan menjadi iklim ekonomi.

“Ditahun 1961 Bung Karno bertemu Menteri Pertahanan Amerika Serikat. Saya mengutip tuan mungkin punya bom atom kami punya seni budaya yang tinggi. Indonesia didaulat sebagai negara adidaya yang punya kebudayaan yang tinggi,” ujarnya.

Sandi menyebutkan bahwa anggaran dan infrastruktur sosial budaya masih kurang, namun jika dilihat dari sisi kemitraan masih banyak kesempatan untuk membuka akses pengembangan ekonomi berbasis budaya.

Dia melanjutkan bahwa jika pemerintah serius berpihak pada kebudayaan, mereka akan dapat bermitra secara akademis melalui perguruan tinggi atau universitas untuk lebih mencintai budaya.

“Akan muncul ekonomi berbasis kebudayaan seperti ekonomi kreatif dan pariwisata,” ucapnya.

Selain itu, Sandi menambahkan, jika pihaknya terpilih nanti, bukan hanya berfokus pada anggaran untuk pengembangan budaya. Pemerintah juga harus berkolaborasi dengan banyak pihak seperti dunia usaha, pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat untuk memberikan kontribusi.

2. Kurangi 2 Juta Pengangguran Dalam 5 Tahun 

Sandiaga Uno menjanjikan, akan menurunkan pengangguran sebanyak dua juta dalam waktu lima tahun jika pihaknya terpilih memimpin Indonesia pada periode pemerintahan 2019-2024.

Dia memaparkan, Indonesia memiliki Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang hebat serta rajin. Namun, sayangnya pihaknya banyak menemui pengangguran Indonesia lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sandi mengatakan, untuk mengentas pengangguran pihaknya menggunakan strategi melalui program Rumah Siap Kerja yang menawarkan binaan kewirausahaan agar tercipta kemampuan daya saing dan kebutuhan industri.

Nantinya, kata Sandi, melalui pelayanan terpadu satu pintu akan mengarahkan perusahaan plat merah merekrut tenaga kerja SMK.

“Dunia usaha BUMN agar mereka menawarkan magang. Kita hadirkan di tiap kecamatan hingga desa,” imbuhnya.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan kebutuhan Indonesia dalam memasuki era 4.0 yang dapat menciptakan kewirausahaan berorientasi inovasi. “Bagaimana Indonesia bisa masuk jadi ekonomi 7 lada 2035 kalau anak muda tidak bisa diberikan pekerjaan yang layak,” ucapnya.

Sandi menambahkan, pengalamannya saat memimpin DKI Jakarta lalu, program oke oce menjadi andalan dan jurus efektif dalam mengurangi jumlah pengangguran di Ibukota sebanyak 20 ribu pada tahun 2018.

“Yang dibutuhkan anak muda adalah kesempatan. Pelayanan terpadu 1 pintu diarahkan menjadi wirausaha. Mereka bisa gabung oke oce . Di Jakarta pengangguran turun 20 ribu di 2018 dan sudah dapat review positif. Banyak lagi anak muda yang mampu berkarya demi Indoensia menang,” tandasnya.

3. Insentif Pada Dunia Usaha Yang Berinvestasi Pada Riset

Sandiaga mengatakan, akan memberikan insentif fiskal maupun non fiskal jika dunia usaha berinvestasi dibidang riset. Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan dalam debat capres ketiga yang menyinggung mengenai pentingnya riset menjadi kebutuhan utama.

“Menambah jumlah lembaga yang menambah jumlah riset akan menambah birokrasi, kuncinya kaki kolaborasi. Dunia usaha akan diberikan insentif jika investasi di riset jika,” ujarnya.

Sandiaga menjelaskan, pemerintah dapat memfasilitasi ekosistem riset sehingga menghasilkan inovasi terbaik di berbagai bidang, seperti teknologi, seni, pengetahuan, hingga pertanian.

Pihaknya akan berfokus pada kolaborasi dan sinergi antara dunia usaha, akademik, dan pemerintah. Pasalnya bangak riset yang menyatakan bahwa apa yang dibutuhkan oleh dunia usaha tidak selaras dengan kurikulum akademisi.

“Untuk mencapai posisi 5 besar ditahun 2045 sistem harus nyambung dengan lapangan pekerjaan,” tuturnya.

Sandi mengatakan, begitu bangak anak Indonesia yang menciptakan terobosan di berbagai bidang. Hal itu menjadi peluang dan amunisi untuk Indonesia dapat melangkah maju dengan berbagai inovasi terbaik.

“(Inovasi) Pertanian bisa meningkat akan preduksi pupuk yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan,” ucapnya.

Selain itu, Sandi menambahkan, saat ini Indonesia memasuki era 4.0 dimana ekonomi kreatif tercipta dari tangan anak muda yang menghasilkan inovasi. Dengan demikian, pihkanya optimis pada tahun 2045 mendatang Indonesia bukan hanya menempati posisi kelima tapi dapat menciptakan seluruh lapangan kerja dan tenaga kerja yang berkualitas.

“Kuncinya adalah Peluang untuk mereka maju,” tandasnya.

4. Defisit BPJS Tuntas 200 Hari

Sandiaga berjanji bakal menuntaskan persoalan defisit Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) dalam 200 hari masa pemerintahannya. Sandi berjanji telah menghitung defisit anggaran yang tengah mencekik BPJS.

“Defisit ditutup dengan penghitungan dengan melibatkan putr-putri terbaik,” katanya.

Menurut Sandiaga, persoalan defisit BPJS Kesehatan menjadi salah satu isu sentral yang akan diangkat dalam masa awal pemerintahannya bila ia menang pada 17 April 2019 mendatang. Sandiaga juga berjanji akan menuntaskan persoalan pembayaran tenaga kesehatan dan obat yang menunggak.

Diketahui, tahun lalu, pemerintah Indonesia diketahui membukukan defisit BPJS Kesehatan yang telah mencapai angka Rp 16,5 triliun.

5. Seimbangkan Pembangunan Infrastruktur Dengan Budaya Dan Manusia

Sandiaga Uno berjanji tidak akan fokus pada pembangunan infrastruktur saja pada pemerintahannya kelak. Dia mengatakan, juga akan menyeimbangkannya dengan pembangunan budaya dan manusia.

“Ke depan, di bawah Prabowo-Sandi, akan kita seimbangkan dengan pembangunan budaya dan manusia, itu juga akan menjadi prioritas Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa pembangunan kebudayaan bukan hanya persoalan anggaran dan infrastruktur. Namun, juga permasalahan pelibatan elemen dalam pembangunan budaya.

“Kita lihat karya terbaik anak bangsa kita sudah mendunia. Kita tinggal mengkolaborasikan saja. Kita jangan membebankannya hanya kepada pemerintah. Pembangunan budaya, kita lihat banyak sekali yang mau membantu. Dunia usaha, akademisi, civil society, mereka ingin berkontribusi,” tuturnya.

6. Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer

Di bidang pendidikan, Sandi menyatakan bahwa pendidikan harus tuntas dan berkualitas. Salah satunya, dia akan meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan guru, terutama guru honorer.

“Kita akan tingkatkan kesejahteran guru, terutama guru honorer. Kita akan tingkatkan kesejahteraan dan pastikan status guru,” ujar Sandiaga.

7. Sistem Integrasi E-KTP 

Sandiaga Uno menyindir pemerintah yang kerap mengandalkan bagi-bagi kartu untuk penduduknya. Karena sebetulnya, seluruh kartu itu bisa disederhanakan dengan e-KTP, karena menurutnya penerbitan kartu telah membebani uang negara.

“Sudah cukup. Kita tidak ingin merepotkan dan membebani negara dengan menerbitkan kartu-kartu yang lain,” katanya.

Bahkan dalam kesempatan tersebut, Sandi sempat meminta seluruh pendukungnya untuk mengeluarkan e-KTP. Sembari memamerkan e-KTP miliknya, ia menilai kartu tersebut telah memiliki teknologi yang canggih.

“Ini super canggih, sudah memiliki chip teknologi di dalamnya. Revolusi industri 4.0 memudahkan dengan big data, semua fasilitas layanan, baik ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, semua Rumah Siap Kerja bisa diberikan. PKH, kita akan tambah jadi PKH plus di dalam program yang hanya membutuhkan KTP ini. Ini adalah kartu kami,” tegas Sandi.

8. Janji Hapus Ujian Nasional, Siap Sejahterakan Honorer

Sandiaga menjanjikan bakal memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Caranya, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut akan menghapus sistem Ujian Nasional (UN). UN bakal diganti dengan konsep lain.

“Kita pastikan diganti dengan penerusan minat dan bakat,” katanya.

Selain itu, Sandi bersama Prabowo Subianto berjanji memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia. Caranya dengan mensejahterakan guru di Indonesia. Dia bilang, bakal menjamin memperbaiki status guru honorer di Indonesia.

“Prabowo-Sandi memiliki prioritas dibidang pendidikan dengan tuntas berkualitas.  Khususnya kesejahteraan guru terutama guru honorer. Kita pastikan status guru. kurikulum kita perbaiki,” pungkasnya.