Investasi Asing Jeblok, Sandi Salahkan Pemerintahan Jokowi

JawaPos.com – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan, ketidakpastian hukum era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menjadi penyebab minimnya investasi di Indonesia. Sandi mengaku memiliki data konkret untuk membuktikan hal tersebut.

Demikian disampaikan Sandi saat berbincang dengan awak media usai berlari pagi dan bermain Basket di Gor Bulungan, Jakarta, Jumat (8/2) pagi.

“Data terakhir yang baru dikutip dari beberapa informasi yang kami dapat, ketidakpastian hukum ini yang menjadi penyebab minimnya investasi. Turun investasi pertama kali dalam sejarah, terutama investasi dari luar negeri, dan tak bisa menciptakan lapangan kerja karena ketidakpastian hukum,” kata Sandi.

Kendati demikian, Sandi belum bisa membeberkan lebih lanjut data konkret mengenai tudingan tersebut. Dia berjanji, nanti akan memberikan data yang detail kepada awak media.

“Nanti saya kasih (datanya), kalau tidak salah Indonesia itu dulu nomor satu sebagai destinasi investasi dari Jepang. Sekarang kalau nggak salah duduk di posisi 5. Kalah sama Vietnam dan beberapa negara lain, ini diakibatkan karena ketidakpastian hukum,” terangnya.

“Salah satu yang kami yakini bahwa ketidakpastian hukum mengakibatkan para investor menarik diri dan bisa dilihat dari data BKPM aja,” sambungnya.

Atas dasar itu, Sandi menegaskan, perlunya ada perubahan dalam penegakan hukum di Indonesia. Dia tak mau, hukum digunakan untuk menyerang lawan politik saja.

“Di bawah Prabowo-Sandi, kami hilangkan praktik seperti ini. Apalagi mendekati tahun-tahun politik. Kami harus hadirkan kepastian hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2018 mencapai Rp 392,7 triliun atau turun 8,8 persen dibandingkan 2017 yang mencapai Rp 430,5 triliun. Akan tetapi, meski PMA turun, namun realisasi investasi keseluruhan (termasuk PMDN) naik 4,1 persen menjadi Rp 721,3 triliun.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Igman Ibrahim