HNSI Kritik Pedas Menteri Susi, Tapi Dukung Jokowi

JawaPos.com – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) melakukan deklarasi untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf. Acara yang digelar di Gedung Olahraga Maulana Yusuf Kota Serang itu juga dihadiri oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Dalam pidato sambutannya Ketua Umum HNSI Yussuf Solichien yang secara tegas menyatakan dukungan pada paslon nomor urut 01, juga meminta agar kedepan sektor perikanan lebih diperhatikan.

“Nelayan seluruh Indonesia mendukung pasangan nomor satu karena puas dengan kinerja pemerintah. Tapi yang perlu dievaluasi sektor perikanan dan kelautan, menterinya kedepan harus benar benar bisa mensejahterakan nelayan, dan memiliki visi yang benar tentang kelautan,” ujar Yussuf Solichien dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, (12/2).

Yussuf juga mengevaluasi kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang selama 4 tahun terakhir belum bisa memberikan kebijakan yang tepat untuk nelayan Indonesia.

“Sekarang kapal kapal pencuri sudah pada takut masuk. Tapi kapal-kapal dalam negeri dibatasi hanya 200 GT. Kapasitas segitu hanya bisa di laut Indonesia, kita perlu keluar. Sehingga kalau perlu 1000 GT harus diberikan izin,” ungkapnya. 

Yussuf Solichien juga menyorori lambatnya izin kapal yang keluar. Dia mengaku sudah berkali kali datang ke KKP untuk meminta izin kapal lebih dipercepat. “Kadang sampai 3 bulan belum keluar. Padahal idealnya 15 hari susah harus keluar,” pintanya. 

Selain itu, Yussuf juga meminta agar presiden segera mengesahkan Hari Nelayan Nasional. Karean itu simbol bahwa negara ini memperhatikan kaum nelayan.

“Kita minta presiden segera menerapkan 21 Mei sebagai Hari nelayan,” ungkapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan untuk usulan 21 Mei sebagai hari nelayan masih terus digodok. “Sudah masuk ke meja presiden, tinggal menentukan tanggal yang pas,” katanya. 

Luhut juga berharap nelayan terus bisa menikmati kekayaan alam Indoneisa untuk kesejahteraan. Menggunakan kapal tangkap dengan ukuran lebih besar agar nelayan Indonesia bisa mencari ikan dengan leluasa. Tidak hanya di laut Indonesia, tapi juga sampai ke laut lepas. 

“Ayo kita bangun Indonesia lebih baik. Jangan termakan berita hoax dan fitnah karena itu membahayakan,” pungkasnya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Gunawan Wibisono