Hasto Minta Fadli Zon Tahu Sopan Santu dan Budi Pekerti

JawaPos.com – Puisi berjudul “Doa yang Ditukar” yang ditulis Fadli Zon membuat para politisi sangat bereaksi. Terutama pihak tim koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hasto Kristiyanto misalnya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin itu menyayangkan sikap wakil ketua DPR tersebut. Hasto meminta Fadli Zon untuk menunjukkan jati diri sebagai seorang pemimpin lembaga publik.

“Minimal tahu sopan santun, tahu budi pekerti,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (8/2).

Hasto Minta Fadli Zon Tahu Sopan Santu dan Budi PekertiSekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Hasto mengaku sangat resah dengan puisi yang ditulis Fadli Zon. Sebab menurut dia, puisi yang ditulis wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu ditujukan kepada tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maimoen Zubair (Mbah Moen).

Hasto tidak menerima seorang ulama diperlakukan lewat puisi ala Fadli Zon itu. “Seharusnya itu tidak boleh ditunjukkan oleh pimpinan lembaga tinggi negara,” imbuhnya.

“Apalagi puisi. Jangan sampai dilakukan untuk menyerang sosok ulama yang kita hormati. Dari sosok pemimpin harusnya muncul keteladanan, bukan kebencian,” tandasnya.

Adapun puisi yang berjudul ‘Doa yang Ditukar’ ditulis Fadli Zon pada Minggu (3/2). Berikut petikan larik puisi tersebut.

DOA YANG DITUKAR

doa sakral
seenaknya kau begal
disulam tambal
tak punya moral
agama diobral

doa sakral
kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar
skenario berantakan bubar
pertunjukan dagelan vulgar

doa yang ditukar
bukan doa otentik
produk rezim intrik
penuh cara-cara licik
kau penguasa tengik

Ya Allah
dengarlah doa-doa kami
dari hati pasrah berserah
memohon pertolonganMu
kuatkanlah para pejuang istiqomah
di jalan amanah‎.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : Gunawan Wibisono