Gara-Gara Andi Arief, Pakar Pertanyakan Politik Santun SBY

JawaPos.com – Sikap Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief, dinilai bertentangan dengan citra politik santun yang selama ini dibangun oleh Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu dikhawatirkan mengancam elektabilitas PD.

Menurut Dosen Ilmu Politik Universitas Padjajaran Bandung, Firman Manan, Andi Arief sangat terlihat suka memunculkan pernyataan kontroversi. Bahkan, cenderung menggunakan politik ofensif ke kubu Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya pikir itu bisa menimbulkan permasalahan terhadap PD. Karena pola yang digunakan oleh Andi Arief berbeda dengan citra yang selama ini terbangun di mata publik,” papar Firman dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Dijelaskan Firman, PD selama ini dikenal sebagai partai yang menerapkan strategi politik santun dan cenderung bertahan. Bukan menyerang. Bahkan yang menggaungkan jargon politik santun itu adalah SBY sebagai ikon Partai Demokrat.

“Khawatirnya ini bisa membingungkan pemilih tentang karakteristik Partai Demokrat. Strategi SBY yang membangun citra dirinya sebagai politisi santun bisa rusak karean Andi Arief,” kata Firman.

Bahkan, lanjut Firman, buklan tidak mungkin, karakteristik PD menjadi tidak jelas di mata publik. Tak lagi sesuai dengan pola pencitraan yang hendak dibangun oleh SBY.

“Bukan tidak mungkin ada konsekuensi penurunan tingkat elektabilitas PD. Jangan sampai Partai Demokrat terancam posisinya untuk kembali masuk ke DPR periode 2019-2024,” ujarnya.

Menyikapi potensi penurunan tingkat elektabilitas, Firman menyarankan  SBY sebagai ketua umum, untuk menertibkan kader-kadernya, dan menyerukan agar kembali pada politik santun. Juga tidak melakukan serangan frontal dalam membangun citra partai.

“SBY harus melakukan pendisiplinan terhadap anak buahnya,” pungkasnya.

Editor      : Dimas Ryandi
Reporter : Gunawan Wibisono