Fadli Zon Luruskan Pernyataan Prabowo soal Impor

JawaPos.com – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyinggung kesalahan presiden-presiden dalam kebijakan impor. Itu diungkapkan Prabowo ketika tampil dalam debat pamungkas tadi malam (14/4).

Partai Demokrat yang masuk dalam jajaran pendukung merasa tersinggung pada sikap Prabowo tersebut.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi meminta partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak salah mengartikan pernyataan Prabowo.

“Bukan (menyinggung SBY) seperti itu maksudnya, jadi tidak perlu disalahartikan,” kata anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4) malam.

Fadli menyatakan, pernyataan Prabowo  bukan berarti melupakan capaian-capaian yang telah diraih oleh presiden-presiden sebelumnya, termasuk SBY.

“Yang disampaikan Pak Prabowo secara garis besar kita mengingatkan bukan menafikan yang menjadi achievement. Kalau prestasi dan achievement kan sudah kita akui tapi tentu (tiap pemerintahan) ada kekeliruan yang terjadi,” ucap Fadli.

Prabowo-Sandi memiliki semangat untuk meneruskan suatu hal yang baik dari pemimpin-pemimpin sebelumnya. Sehingga, Fadli menegaskan Prabowo hanya mengingatkan saja, bukan menyinggung salah satu presiden.

“Kita mengingatkan kembali ekonomi kita kembali berpijak pada yang diperintahkan konstitusi kita yaitu pasal 33 UUD 45. Bumi air yang terkandung di dalamnya dikuasai negara untuk sebesar-besar kemampuan rakyat,” bebernya.

“Saya kira itu yang mau diingatkan Pak Prabowo mungkin perjalanan bangsa kita ada yang menyimpang dari situ. Ada yang liberal atau terlalu kapitalis. Saya kira itu yang diingatkan,” pungkas Fadli.

Sebelumnya, dalam debat kelima Prabowo menyebut persoalan ekonomi dan deindustrialisasi yang menimpa Indonesia merupakan kesalahan semua pihak. Secara khusus Prabowo menyebut itu sebagai kesalahan presiden-presiden sebelum Jokowi.

“Saya tidak menyalahkan Bapak, ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Bener. Itu pendapat saya,” jelas Prabowo.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Muhammad Ridwan