Fadli Nyinyir Keluarga Harmonis Jokowi Pencitraan, Ini Respons Hasto

JawaPos.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut keluarga harmonis calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) hanyalah bagian dari pencitraan di pilpres 2019. Bahkan ia menyebut, pencitraan yang dilakukan Jokowi itu menghina intelektualitas.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyampaikan, memang Jokowi dan keluarganya sangat harmonis. Hasto pun menegaskan, tentu saja potret itu sangat berbanding terbalik dengan keluarga Prabowo Subianto.

“Ya karena Pak Fadli Zon dan Prabowo tidak bisa melakukan itu,” ujar Hasto saat ditemui di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (13/2).

Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto menikah dengan Titiek Soeharto pada Mei 1983. Dari pernikahannya itu Prabowo dan Titiek dikaruniai seorang putra bernama Ragowo Hendiprasetyo alias Didit.

Setelah 15 tahun mengarungi hidup bersama, mereka memutuskan bercerai. Sang anak, Didit, juga tinggal di luar negeri dan berprofesi sebagai perancang busana.

Sebelumnya, Fadli Zon menganggap kegiatan Jokowi bersama keluarga besar beberapa bulan lalu di Istana Bogor dan membawa banyak media merupakan pencitraan. Alih-alih memberikan respons positif, Fadli menilai Jokowi tidak lihai melakukan pencitraan.

Demikian disampaikan oleh Fadli saat diskusi bertema ‘Jelang Pilpres Jokowi Blunder & Panik?’ di kantor Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi, Jalan Hos Cokroaminoto No 93, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Gimmick pencitraan menurut saya menghina intelektualitas kita. Mbok ya sutradaranya lebih bagus dalam rancang pencitraan,” tuturnya.

“Misalnya mau berikan pencitraan sebagai keluarga harmonis di kebun raya Bogor, tapi wartawannya terlalu banyak. Harusnya kan wartawannya 2 atau 3. Nanti, di-share ini sampai 100 orang,” sambungnya.

Bahkan Fadli membandingkan cara Jokowi dengan teknik pencitraan yang digunakan pada pilpres Amerika Serikat (AS). Namun, menurut Fadli, hasilnya gagal.

“Harusnya nggak boleh bocor kalau dalam teori photo operation di pilpres Amerika itu. Memang ada teorinya. Dia sengaja berikan pencitraan untuk dapatkan impacttertentu bahwa kita ini memang keluarga harmonis. Dibikin rapi, ini dibikin pencitraan brutal karena tidak mengerti teorinya,” pungkasnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Gunawan Wibisono