Efek Kenaikan Dolar Sudah Terasa di New Honda Brio?

Jakarta – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar cukup terasa pada industri otomotif di Indonesia. Bila ditarik garis lurus dalam beberapa pekan, rupiah sudah berada di angka Rp 15 ribu.

Hal itu cukup dirasakan bagi pelaku industri otomotif seperti PT Honda Prospect Motor (HPM), apalagi Honda baru melepas mobil keluaran Honda Brio generasi terbaru di pasaran.

Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT HPM Jonfis Fandy saat acara “All New Honda Brio Handover Ceremony” di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan, Sabtu (13/10/2018).

“Sampai saat ini kita belum putusin sih, karena Brio naik Rp 10 juta ini, kemarin kan kita bicara itu salah satu faktornya, walaupun tidak full ya, sudah kita pertimbangkan salah satunya,” ungkap Jonfis.

Khusus segmen LCGC menurutnya penentuan harga jual Brio Satya memiliki keterkaitan dengan regulasi pemerintahan seperti penggunaan komponen lokalnya 85 persen serta berbagai variabel perhitungan mulai dari biaya pengembangan baru (material cost), inflasi, dan nilai tukar rupiah.

Sementara itu generasi kedua dari Honda Brio ini ditawarkan dalam 5 varian, yang terdiri dari tipe Honda Brio Satya E M/T, Honda Brio Satya E CVT, Honda Brio RS M/T dan Honda Brio RS CVT.

Memang untuk diketahui harga jual dari Brio Satya S M/T lebih mahal sekitar Rp 6,5 juta dari versi sebelumnya. Sedangkan untuk model Brio Satya E M/T CVT harganya naik Rp 10 juta.

(ddn/ddn)