Deretan Janji Prabowo Debat ke-4, Anti Khilafah dan Rela Mati Demi Pancasila

JawaPos.com – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto telah melewati masa kampanye dan rentetan jadwal debat sejak awal tahun 2019. Khusus debat keempat, Eks Danjen Kopassus itu banyak berjanji mengenai pembenahan pada ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, juga hubungan internasional.

Dalam debat tersebut, Prabowo sekaligus menjawab beberapa isu miring yang kerap menyerangnya selama masa kampanye pilpres. Salah satunya ihwal kekhawatiran masyarakat mengenai perubahan ideologi dari pancasila menjadi khilafah.

Berikut Rangkuman Janji-Janji Prabowo Dalam Debat Keempat:

1. Prabowo Ingin Pendidikan Ideologi Pancasila Diajarkan Sejak TK

Calon Presiden nomor urut dua Prabowo Subianto mengatakan bahwa ideologi pancasila harus dimasukkan dalam pelajaran di sekolah. Pancasila harus diajarkan sejak usia dini, Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP, SMA, hingga sekolah lanjutan.

Diketahui, debat keempat moderator menanyakan bagaimana menanamkan dan menumbuhkan ideologi pancasila tanpa indoktrinasi kepada generasi penerus bangsa.

“Menurut saya pancasila walaupun kita tidak mau dengan pendekatan indoktrinasi, tapi kita harus memasukkan ke pendiidkan bangsa kita dari usia dini,” katanya.

Prabowo mengatakan, pancasila merupakan kesepakatan bangsa. Pancasila adalah ideologi yang menjadikan bangsa Indonesia merdeka.

“Generasi penerus kita harus tahu dari mana Republik Indonesia berasal,” katanya. “Pengajaran pancasila harus bersifat edukatif, dimasukkan dalam program pendidikan,” imbuh Prabowo.

Dia juga menambahkan bahwa dalam hal ini pemimpin harus memberi contoh yang mempersatukan dan menyejukkan. Dalam memberi contoh, tambahnya, tidak boleh memandang Suku, Ras, dan Agama (SARA), harus menjadi poltik persatuan bukan pecah belah.

2. Prabowo Tegaskan Bukan Pendukung Khilafah

Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto mengaku heran ketika ada oknum pendukung Jokowi yang melontarkan fitnah mengenai dirinya disebut sebagai pendukung khilafah. Dia bertanya apakah Jokowi mengetahui ada pendukungnya yang kerap melontarkan tuduhan tak tepat.

“Saya dituduh seolah-olah mendukung khilafah, saya seolah-olah akan melarang tahlilan,” katanya. “Ini tuduhan yang tidak masuk akal,” tegasnya.

Dalam kesempatan, Prabowo mengatakan bahwa dirinya terlahir dari rahim seorang orang tua yang beragama Nasrani. Belum lagi sejak muda, lanjutnya, Prabowo telah mempertaruhkan nyawa untuk membela pancasila di militer.

“Saya dari 18 tahun mempertaruhkan nyawa saya untuk membela pancasila. B agaimana saya dituduh anti-pancasila, sungguh kejam itu. Tapi saya percaya Pak Jokowi tidak merestui itu.” tegasnya.

3. Prabowo Berjanji Tambah Anggaran Pertahanan

Di bidang pertahanan dan keamanan, Prabowo menegaskan menginginkan adanya peningkatan jumlah anggaran yang difokuskan untuk pertahanan nasional. Sebaliknya, dirinya membantah dituduh  mengkritik kinerja institusi yang telah membesarkan namanya.

“Saya tidak mengkritisi TNI. Saya mau anggaran pertahanan ditingkatkan, jangan diputer-puter balik,” katanya

Prabowo menduga, rendahnya anggaran pertahanan Indonesia disebabkan karena bocornya anggaran negara. Menurut dia, masalah tersebut harus segera diatasi agar anggaran pertahanan nasional bisa mendapatkan porsi yang lebih besar.

“Jadi uang yang kita hilang dari kebocoran, saya hitung adalah lebih Rp 1.000 triliun. Kalau itu kita hemat, kita bisa pakai untuk perbaikan kehidupan bangsa,” tuturnya.

“Ini nanti ada uang, kita harus tingkatkan anggaran pertahanan untuk jaga kekayaan kita, negara kita luas,” tambah Prabowo.

4. Prabowo Rela Mati Demi Ideologi Pancasila

Prabowo mengatakan bahwa Pancasila merupakan hasil suatu kompromi besar dari para pendiri bangsa Indonesia. Dari kompromi besar itu, pancasila akhirnya disepakati sebagai ideologi negara.

“Bagi kami, Pancasila adalah ideologi final. Pancasila berhasil mempersatukan ratusan kelompok etnis, ratusan suku, agama-agama besar dan budaya-budaya berlainan dengan bahasa berlainan. Kompromi ini yang menghasilkan Republik Indonesia,” kata Prabowo dalam paparannya.

Karenanya, Prabowo bertekad terus mempertahankan pancasila sebagai ideologi negara. Dia bahkan tak segan melawan siapapun yang mencoba mengganti Pancasila sebagai ideologi negara.

Pasalnya, lanjut Prabowo, sejak mulai aktif sebagai militer diusia remaja, dirinya telah berikrar untuk setiap setia dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami bertekad mempertahankan pancasila sampai titik darah yang terakhir. Saya sejak 18 tahun, saya telah bersumpah untuk membela NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Kalau ada yang mau mengubah ini akan saya hadapi dengan semua kekuatan saya,” pungkas Prabowo.

5. Prabowo Bertekad Jalin Hubungan Diplomasi yang Baik ke Seluruh Negara

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto juga memaparkan visi-misinya di bidang Hubungan Internasional (HI) dalam debat keempat di Hotel Shangrila, Jakarta. Eks danjen kopassus itu bakal menganut hubungan diplomasi yang baik ke seluruh negara.

“Kita menganut seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita akan baik ke semua negara dan semua kekuatan di seluruh dunia,” kata Prabowo dalam paparannya.

Kendati akan menganut hubungan baik ke seluruh negara, Prabowo menyampaikan, seluruh hubungannya harus tetap menguntungkan untuk Indonesia. Karena itu, kata dia, pihaknya akan mati-matian mempertahankan dan membela rakyat Indonesia di dunia internasional.

“Kita akan mencari hubungan yang saling menguntungkan. Tetapi juga kita akan mempertahankan dan membela rakyat kita yang utama,” ungkapnya.

6. Prabowo Janji ‘Bersih-bersih’, Singgung Kasus Jual Beli Jabatan

Prabowo menyatakan bahwa bangsa Indonesia memerlukan penguatan kelembagaan di bidang pemerintahan. Mantan Danjen Kopassus itu menilai, peningkatan bisa dilaksanakan seandainya tindak pidana korupsi dapat diredam di Indonesia.

“Lembaga-lembaga pemerintah harus kuat, baru negara kuat. Tidak mungkin program sehebat apapun kalau lembaga-lembaga pemerintah itu lemah. Kalau terlalu banyak korupsi, kalau jual beli jabatan, negara tak mungkin melaksanakan pembangunan,” katanya

Prabowo berjanji jika diberikan mandat memimpin Indonesia, dirinya akan membenahi dan membersihkan lembaga pemerintahan dari korupsi. Pasalnya, kata dia, tindak pidana korupsi yang ada di Tanah Air telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

“Korupsi di Indonesia sudah dalam tahap yang sangat parah. Kalau penyakit kira-kira ini sudah stadium 4. Dimana mana seluruh Indonesia, tidak mau negara terus begini. Kalau kami menerima mandat, kami akan membersihkan lembaga pemerintah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menilai pertahanan dan keamanan bangsa terlalu lemah lantaran anggaran terlalu kecil. Karenanya, dia bakal fokus untuk memperbaiki masalah tersebut.

8. Prabowo Ingin Perbaiki Kualitas ASN

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintahannya juga akan memperbaiki seluruh kualitas hidup aparatur sipil negara (ASN). Dengan meredam korupsi di pemerintahan dan meningkatkan taraf hidup ASN, diharapkan negara akan kuat.

“Kami akan memperkuat lembaga-lembaga pemerintah. Kami akan memperbaiki seluruh kualitas hidup seluruh aparat pemerintah, supaya kita akan menghilangkan sekuat tenaga korupsi yang ada di negeri ini,” pungkasnya.

Prabowo menjelaskan pemerintahan saat ini dinilai lemah dan tak berjalan dengan baik. “Di pemerintahan kami berpendapat lembaga pemerintah harus kuat, baru program pembangunan bisa dilakukan,” katanya.

Kemudian Prabowo menjelaskan tentang tujuan pemerintahan. Menurutnya, pemerintah harus menyejahterakan rakyat. “Tapi terutama tujuan pemerintah itu adalah kesejahteraan rakyat. Ini yang harus kita pegang,” tegasnya.