Begini Untung Ruginya Jokowi-Maruf, Usai Ahok Gabung dengan PDIP

JawaPos.com – Bergabungnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki sejumlah efek. Mulai dari yang positif hingga negatif.

Pengamat Politik, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, kerugian dengan hadirnya Ahok yaitu bisa menjauhkan pemilih Islam bagi PDIP maupun Jokowi-Ma’ruf. Karena banyak umat Islam masih menyimpan sensi negatif kepada Ahok atas kasus penodaan agama.

“Kalau Ahok (BTP) diterima bergabung di PDIP, maka PDIP akan dicap sebagai partai pendukung penista agama. Jelas hal ini merugikan PDIP, akan membuat umat Islam yang tadinya telah memutuskan pilihan mendukung Jokowi-Amin kecewa dan banting stir,” ujar Pangi di Jakarta, Senin (11/2).

Pangi menjelaskan, sensi negatif kepada Ahok atas kasus penistaan agama butuh waktu lama untuk membuat masyarakat bisa memakluminya. Sehingga bergabungnya Ahok dinilai terjadi di waktu yang salah, yaitu di saat persepsi negatif itu belum hilang.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Voxpol Center itu menyebut adanya Ahok di PDIP tidak memperluas dukungan partai maupun Jokowi-Ma’ruf. Sebab, basis pendukung mantan Bupati Belitung itu memang sudah di pihak 01 dari dulu.

“Ceruk segmen pemilih Ahok dengan pemilih basis grasroot PDIP itu pada dasarnya sama irisan segmen pemilihnya, bergabungnya Ahok tidak memperluas basis dukungan Jokowi-Amin,” imbuhnya.

Meski demikian, Ahok pun diyakini mampu membawa efek positif di internal PDIP maupun koalisi Jokowi-Ma’ruf. Pasalnya bisa menjadi penegas dukungan bagi kelompok Ahokers atau Jasmev. Mengingat mereka sejauh ini belum banyak berkontribusi kepada paslon 01.

“Dengan bergabungnya Ahok ke PDIP, barangkali Ahok bisa meyakinkan, mengarahkan kembali dukungan semua Ahoker atau Jasmev untuk move on kembali memilih Jokowi-Ma’ruf,” tegas Pangi.

Di sisi lain, Pangi menilai PDIP sudah memiliki kalkulasi matang ketika menerima Ahok di partai berlambang banteng itu. Dan tentu partai pun sudah paham bagaimana mengelola Ahok dengan baik supaya tidak menjatuhkan dukungan partai.

“Saya pikir begini juga, bisa saja elite penentu atau figur sentral PDIP sudah punya kalkulasi secara matang dan dengan penuh kehati-hatian soal untung rugi konsekuensi bergabungnya BTP ke PDIP,” pungkas Pangi.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Sabik Aji Taufan