Bara JP: Jurus Infrastruktur Jokowi Hillangkan Disparitas Antardaerah

JawaPos.com – Pentolan DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Viktor S Sirait mengklaim, periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berhasil membuat tonggak kemajuan negeri ini. Termasuk menciptakan pondasi pembangunan demi pemerataan dan kesejahteraan Indonesia.

“Jokowi terbukti berhasil menghilangkan disparitas antar daerah melalui infrastruktur, lapangan terbang, pelabuhan. Termasuk perbaikan bidang pendidikan, kesehatan, KIP dan KIS,” kata Viktor.

Lebih lanjut Viktor juga mengatakan, Jokowi telah berhasil memberikan bukti, bukan fiksi seperti yang selama ini disampaikan oleh kubu Calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo-Sandiaga Uno.

“Bukti apalagi yang bisa membuka mata kubu Prabowo-Sandi? Lihat Freeport, setelah 50 tahun dimiliki pihak asing, Indonesia akhirnya menguasai 51 persen saham Freeport. Di Riau juga ada Blok Rokan dan Kaltim Blok Mahakam yang sudah dikuasai Indonesia,” katanya. 

Viktor juga lantas, membeberkan beragam program pembangunan masa Pemerintahan Jokowi yang sudah selesai. Hingga tahun 2018, pemerintahan juga berhasil membangun jalan sepanjang 3.432 km dan jalan tol sepanjang 947 km.

Selain itu, pembangunan jembatan juga dilakukan, yakni sepanjang 39 km dan jembatan gantung 134 unit. Termasuk membangun jalur kereta api sepanjang 754,59 km spoor dan peningkatan dan rehabilitasi jalur sepanjang 413,6 km spoor.

Pembangun rel kereta api di luar pulau Jawa pun makin digencarkan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang mempercepat pembangunan jalur KA yang akan menghubungkan Kota Makassar hingga Parepare sepanjang sepanjang 145 km. Lebih lanjut, pembangunan Light Rail Transit (LTR) dilakukan di Jawa dan Sumatera Selatan. 

“Terbukti, di daerah Jakarta, LRT dan Mass Rapid Transit (MRT) dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2019 ini. Ketergantungan publik pada kendaraan pribadi pun diharapkan akan berkurang,” paparnya.

Bahkan, jalur kereta api pun semakin populer di kalangan masyarakat. Tercatat, rata-rata pertumbuhan penumpang kereta api antara 2014-2017 mencapai 8,9 persen. Angka itu mengalahkan pertumbuhan penumpang pesawat yang hanya 6,5 persen.

Beberapa bandara yang sukses dibangun adalah Bandara Maratua di Kabupaten Berau, Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Morowali di Kabupaten Morowali, dan Bandara Werur yang berdekatan dengan kawasan wisata Raja Ampat.

“Sama halnya dengan jalur darat, pembangunan di era Jokowi ikut berfokus pada revitalisasi,” paparnya.

Meski pertumbuhan penumpang angkutan udara lebih rendah dari kereta api, tetapi pembangunan jalur udara memberi hasil ekonomi signifikan bagi daerah terpencil atau sulit dijangkau. Sebab, terjadi penurunan selisih harga kebutuhan pokok sebesar 57,21 persen berkat transportasi udara.

“Itu sebabnya, demi kesinambungan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan rakyat, Jokowi harus diberikan kesempatan memimpin Indonesia satu periode lagi,” ujarnya.

Editor      : Dimas Ryandi
Reporter : Gunawan Wibisono