Bahas Pengganti Rommy, Mbah Moen Mendadak Sambangi Kantor PPP

JawaPos.com – Karena diduga ‎menerima suap dalam seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag), Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy ditetapkan tersangka oleh KPK. Dari penetapan tersangka itu, Ketua Majelis Syariah PPP, Maimoen Zubair mendadak datang ke kantor partai berlogo Kakbah ini di Jalan Diponegoro, Jakarta.

Dengan menggunakan kursi roda, batik cokelat dan sarung hijau, dia disambut oleh para elite PPP. Pantauan di lapangan para elite PPP menyambutnya dengan mencium tangan pria yang akrab disapa Mbah Moen ini.

Mbah Moen pun langsung dibawa ke salah satu ruangan di kantor PPP. Di dalam ruangan itu, elite PPP tampak membicarakan suatu hal dengan Mbah Moen.

‎Saat dikonfirmasi, politikus PPP Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, kedatangan Mbah Moen ini untuk rapat bersama pengurus guna meyikapi jabatan ketua umum.

“Iya Mbah Moen datang untuk rapat nanti sore,” ujar Zainut di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (16/).

Sementara ‎Arsul Sani mengatakan, rapat guna penyikapi jabatan Rommy ini akan hadiri oleh majelis pertimbangan partai, majelis partai dan majelis pertimbangan syariah akan rapat khusus dengan para pengurus harian.

“Kalau beliau diberhentikan atau diberhentikan sementara maka akan ada pelaksana tugas,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif‎ mengatakan, Ketua Umum PPP Rommy ditetapkan sebagai tersangka suap. Rommy yang juga anggota Komisi XI DPR diduga menerima duit terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag).

Penetapan tersangka ini setelah KPK setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam, sebagaimana diatur dalam KUHAP dilanjutkan dengan gelar perkara. Sehingga disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji.

Selain Ketum PPP Romahurmuziy (RMY), dua orang lainnya yang menjadi tersangka yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono