Apresiasi TKN Atas Langkah KPU yang Laporkan Penyebar Hoax

JawaPos.com – Berita bohong alias hoax jelang pemilihan umum banyak bertebaran. Masyarakat banyak yang termakan dengan berita yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan salah satu pihak tertentu, khususnya yang menjadi lawan politiknya.

Belum lama ini muncul berita hoax yang menyatakan kalau server Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah di-setting untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. Berita ini tentu saja berbahaya karena menggiring opini bahwa KPU sudah berbuat curang untuk memenangkan salah satu calon.

KPU pun melaporkan pembuat dan penyebar berita fitnah tersebut. Polisi bertindak cepat. Pada Sabtu (6/4) polisi menangkap dua tersangka penyebar berita hoax tersebut.

Kedua tersangka ditangkap di dua tempat terpisah. Satu orang lelaki ditangkap di Ciracas Jakarta Timur. Satu lagi seorang perempuan, ibu rumah tangga, ditangkap di Lampung. Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan di kepolisian.

Juru bicara TKN Meutya Hafid mengapresiasi langkah KPU untuk melaporkan berita yang merugikan Paslon 01 ini. “Saya apresiasi langkah KPU yang melaporkan ke pihak kepolisian. Saya juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang langsung bergerak dan menangkap pelaku penyebaran berita hoax,” ujarnya Kamis (11/4).

Kata politikus Partai Golkar itu, hoax yang beredar saat ini sangat tidak masuk akal. “Namun saya yakin masyarakat sudah bisa membedakan mana kabar benar, mana berita fitnah. Masyarakat kita sudah cerdas, dan bisa menilai siapa yang gemar menyebar hoax.”

“Semua berita hoax ini sepertinya mengarah untuk melakukan delegitimasi Pemilu. Seharusnya kita semua menjaga pesta demokrasi ini berlangsung secara jujur dan adil, seperti diungkapkan Capres 01 Jokowi, juga harus berlangsung menyenangkan,” ujar Meutya.

“Upaya mendelegitimasi pemilu tidak akan dibiarkan. Pemilu yang memakan biaya besar ini harus berlangsung sukses, Pemilu ini diselenggarakan untuk rakyat,” jelasnya. Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Meutya Hafid. (dok. JawaPos.com)

KPU sendiri menjunjung transparansi sampai pada proses perhitungan surat suara di pemilu 2019 mendatang. Proses penghitungan suara nantinya bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat dan hasil rekapitulasinya dapat diakses melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI.

“Mari kita kawal pesta demokrasi lima tahunan ini dengan baik. Beri kepercayaan kepada institusi yang sudah mendapat mandat untuk menjalankan Pemilu ini. Semoga kita mendapatkan pemimpin yang terbaik yang sudah terbukti kerjanya, bukan yang baru mau coba-coba. Pemimpin yang optimis bukan yang pesimis, apalagi yang menyatakan negara sedang sakit, padahal negara kita saat banyak mendapat pengakuan internasional” pungkasnya.