Aktivis Lingkungan Tantang Capres untuk Jadi Pahlawan Energi Bersih

JawaPos.com – Sejumlah aktivis gerakan #Bersihan Indonesia mendatangi Posko Cemara Jokowi-Ma’ruf Amin untuk mengadukan keluh kesah masyarakat di daerah terdampak PLTU batu bara.

Salah satu warga yang terdampak PLTU batu bera, Rodi mempertahankan 279 hektar lahan pertanian yang akan dialihkan jadi PLTU Indramayu II. Padahal itu adalah sumber ekonomi yang tersisa bagi petani untuk bertahan hidup.

“Sementara hasil tangkapan ikan sudah sangat anjlok sejak PLTU Indramayu I dibangun delapan tahun lalu. Kami yang berjuang mempertahankan hak, justru diintimidasi dan dikriminalisasi. Kami menantang Capres Jokowi dan Capres Prabowo untuk memulihkan keadaan dengan meninggalkan batu bara dan beralih ke energi bersih,” kata Rodi dari Desa Mekarsari, Indramayu, Jawa Barat di lokasi, Rabu (13/2)

Sementara, Usman, nelayan warga Batang mengaku lahan pertanian produktif telah menjadi tapak PLTU yang menggusur petani ke jurang kemiskinan. Para nelayan katanya harus melaut lebih jauh yang meningkatkan biaya ekonomi tinggi sementara hasil tangkapannya berkurang drastis.

“Kami masih berjuang untuk memperoleh keadilan demi kembalinya kehidupan yang telah direnggut oleh proyek PLTU,” ungkap Usman.

Terpisah, ‎Aryanto Nugroho dari Publish What You Pay (PWYP) mengatakan, Indonesia juga perlu menerapkan prinsip good governance di sektor energi nasional dengan memastikan transparansi dan keterlibatan publik.

“Kebijakan energi adalah menyangkut hajat hidup orang banyak dan hanya dengan keterbukaan dan partisipasi publik yang lebih luas akan menjamin perbaikan tata kelola energi dan kelistrikan,” kata Aryanto.

Sementara itu Dwi Sawung, jurubicara #BersihkanIndonesia dari WALHI mengatakan, transisi dari energi kotor ke energi bersih harus mengutamakan prinsip pemulihan dan penegakan hukum.

“Penghitungan biaya sosial, lingkungan dan kesehatan harus dimasukkan dalam bisnis tambang dan operasional PLTU dan penegakkan hukumnya harus adil. Korupsi di industri batu bara ini harus menjadi agenda prioritas pada masa transisi energi,” kata Sawung.

‎Sehingga menurut Tata Mustasya, jurubicara #BersihkanIndonesia dari Greenpeace Indonesia, saat ini adalah waktu yang tepat bagi para capres untuk bersungguh-sungguh mendorong peralihan menuju energi bersih dengan mengutamakan kesejahteraan, keselamatan rakyat, dan lingkungan.

“Capres harus berani menjadi pahlawan untuk membersihkan Indonesia dari energi dan politik kotor yang bersumber dari batu bara,” kata Tata‎.

Menanggapi itu, Direktur Komunikasi Politik dan Informasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Usman Kansong yang menerima para ativis itu mengaku bakal membawa aspirasi para aktivis ini ke pasangan nomor urut 1.

“Ini masukan buat kami, dan akan sampaikan ke capres, saya kira akan dibaca oleh siapapun kita akan coba membenahi semua ini,” kata Usman.

Sehingga apabila Jokowi-Ma’ruf Amin ini terpilih bisa membenahi hajat hidup petani dan nelayan dari dampak dari PLTU batu bara ini.

“Terima kasih sudah mendoakan Jokowi terpilih. Sehingga nanti kita bisa memeenahi semua ini,” pungkasnya.‎

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono